Nilai Sebuah Pertemanan








Aku turut bahagia mendengar Bobby yang sudah naik pangkat menjadi general manager. Omong-omong, BJJ itu brazilian jiujitsu.








Namanya Bobby. Dia teman kuliah aku di fakultas Hukum Atmajaya. Kita berdua sama-sama angkatan 2007, namun aku yang lulus lebih awal. Lalu,.....

.....

Lihat foto di atas tersebut, kan? 

Yang berteman siapa, tapi entah kenapa aku turut merasa bangga dan bahagia. Rasa-rasanya tidak pernah menjadi sebuah kesia-siaan belaka untuk sudah coba akrab ke Bobby, yang November 2015 silam, aku pernah coba mengunjungi tempat latihannya di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Itulah perasaan yang sama saat mendengar Nozel sering berkelana ke beberapa negara karena profesi pramugarinya. Nozel yang melanglang ke Uni Emirat Arab, aku yang bangga setengah mampus, walau ada rasa iri menyelimuti. Yea, rasa iri masih tetap ada. Bagaimanapun aku masih seorang manusia.

.....




Nuel Lubis saat tengah menonton pertandingan Bobby di Cilandak Town Square.








Entah itu Bobby, entah itu Nozel, keduanya itu aku cukup akrab dengannya. Yang satu (mantan) pramugari, yang satunya lagi martial artist. Keduanya pun aku masih suka ber-jaringan pribadi (baca: japri). Pula, keduanya suka aku ajak curhat dan berikan pertanyaan-pertanyaan random. Mereka sedih, aku sedih. Mereka tengah bahagia, aku pun turut merasakan. 

Aneh? Jikalau kamu berteman cukup akrab dengan seseorang, apapun yang terjadi pada diri orang itu, setiap pencapaian dan kesukarannya, kita bisa merasakannya seolah-olah itu pengalaman kita sendiri.







Comments