Karena Minumannya atau Tulisannya?








Nuel Lubis tengah minum Larutan Cap Kaki Tiga.









Aku lagi sariawan, makanya minum Larutan Cap Kaki Tiga. Omong-omong, mendadak aku teringat akan komentarku di salah satu post seorang bloger. Juga, karena bloger perempuan tersebut, aku jadi tahu sesuatu yang tadinya mungkin aku lewatkan (alhasil aku jadi tak tahu). Silahkan baca di sini: Cap Badak versus Cap Kaki Tiga. 

Dulu, sebelum baca post Una, kukira sama saja. Tiap memperhatikan produknya, aku kira perusahaannya sama. Eh, ternyata beda perusahaan. Mungkin banyak dari kita yang mengalami seperti aku. Menganggap remeh apa yang ada di sekitar kita. Salah satunya itu beberapa produk yang dijual di warung (walau tak hanya produk, bisa apa saja). Kita menganggapnya biasa saja, serta cenderung tidak ada bedanya. Mirip seperti aku dan minuman yang kuminum dalam foto tersebut. Kurang lebih itulah yang terjadi sebelum membaca post Una.













Padahal, tanpa sepengetahuan kita, sesuatu itu memiliki cerita, yang malah sangat menarik untuk disimak. Aku juga--yang saat membaca post tersebut--jadi terbawa suasana dalam post-nya. Selain karena cara penyajiannya yang menarik, ada kalanya kita suka terbawa suasana saat menyaksikan sesuatu yang baru. Sama seperti aku. Aku merasa sudah tahu. Eh, ternyata ada ceritanya, yang berbeda dari yang aku ketahui. Mungkin karena itu bukan sekadar minuman biasa, kadang suka dilarang minum oleh Mendiang Mami juga, atau mungkin ada sebab-sebab lainnya, sehingga aku merasa sudah seperti itu saat masih SD dulu. Sampai akhirnya, seorang bloger bernama Una menyadarkanku bahwa yang sebelumnya itu bernama Larutan Cap Kaki Tiga, lalu kemudian membelah diri menjadi dua produk yang serupa namun tak sama. Haha. Terimakasih untuk Una yang sudah menyadarkan aku atas kekeliruanku saat aku masih kanak-kanak. 

Lucu juga, jika ingat kejadian saat itu. Oh iya, berikut aku sedikit cantumkan isi post-nya.

Cap Kaki Tiga yang kita kenal sejak dulu itu diproduksi oleh PT Sinde Budi Sentosa. Sinde merupakan perusahan farmasi yang memproduksi larutan penyegar dan menggunakan merek lisensi dari sebuah perusahaan dari Singapura. Namun, beberapa tahun lalu, ia mengganti mereknya karena masalah lisensi, menjadi Cap Badak. Nah... kemudian Kinocare bekerja sama dengan perusahaan Singapura itu dan membuat produk larutan penyegar dengan merek Cap Kaki Tiga.

Ternyata, Sinde ini menuntut Kinocare, karena desain yang Kinocare gunakan benar-benar mirip dengan Cap Badak. Bahkan huruf arab yang digunakan oleh PT Sinde juga digunakan oleh Kinocare. Singkatnya, mirip banget!
          (Ada yang bilang, cara seperti itu disebutnya epigon)


Terakhir, sebagai penutup, haha. Una ini memang unpredictable woman, yah. Ada saja kejutan dari dia. Saat 2014 kemarin, kaget aku. Una berteman juga dengan teman kuliah aku di fakultas Hukum, Dwi. Mereka bertemu di tempat belajar bahasa Rusia. Saat itu, aku merasa dunia sangat sempit sekaliiiiiii. 












Comments