Just Do It!

















Aku dapat potongan gambar-gambar di atas tersebut dari sebuah video. Teman dari temanku yang meng-upload video tersebut. Jadi, ceritanya begini:

Ada seorang penyeberang jalan. Dia takut-takut begitu untuk menyeberang jalan. Sudah dia melambaikan tangan, namun tak ada kendaraan yang melambatkan kecepatan. Alkhirnya, si penyeberang jalan terpikirkan suatu ide. Dia memutuskan untuk berjalan ngesot. Bisa seperti orang cacat, bisa pula seperti binatang. Tapi sih, aku memutuskan untuk bilang dia berjalan ngesot (bahasa halusnya). Lalu,.....

.....taktik dia berhasil. Seorang pengendara sedan berhenti. Tak hanya itu, si sopir malah sampai keluar mobil dan membantu menyebarangkan jalan si penyeberang. Begitu si penyeberang tiba di trotoar, si penyeberang langsung berdiri. Si sopir pun mencak-mencak.

Begitu ceritanya dari sudut pandang aku. Entah ini kisah nyata atau bukan, aku sih tertawa saja dulu. Namun, memang ada yang bisa dipetik. Itu seperti: kalau mau menolong seseorang, yah tolong saja. Jangan lihat untung-ruginya. Terus, kurang lebih cerita si penyeberang jalan itu mirip seperti kisah bapak di screenshoot bawah ini.












Kesannya, si bapak tidak ikhlas, yah. Namun, aku sih berpikiran lain. Aku rasa dia sebetulnya tulus membantu si kakek. Kalau tidak, mungkin saja dia sudah berpikiran si kakek menggunakan uang Rp 200.000 untuk sesuatu yang kurang baik. Siapa yang tahu isi hati si kakek, kan?! 

Akhir tulisan: berbuat baik--khususnya menolong orang lain--juga seharusnya begitu. Jangan dilihat untung-ruginya. Lakukan saja. Kalau kita merasa harus melakukan, yah lakukan, yah tolonglah. Just simple, as simple as reverse a baby's palm. Pokoknya berbuat baik, khususnya menolong orang lain, itu tidak ada ruginya sama sekali. Pasti terbalaskan, walau butuh waktu lumayan lama.







Comments