Itulah Kenapa Disebut Sebagai Urban Legend

















Sama seperti  aku yang kali pertama berhasil memotret seekor kadal dari jarak dekat, aku akhirnya mengetahui beberapa hal yang selama ini aku kira..... err, percaya tak percaya bahwa hal-hal itu ada.

Lupa melalui siapa, tapi aku akhirnya mengetahui bahwa yang namanya kesaksian iman (seperti yang ada di dalam agama yang aku anut), untuk beberapa kepala, sering disamakan sebagai paranormal experience. Padahal kesaksian iman atau pengalaman spiritual itu berbeda dengan paranormal experience, yang memang banyak bumbu horornya. Serupa, tapi tak sama. Beda tipis, begitulah, ceritanya.  Walaupun, untuk beberapa orang, beberapa kesaksian iman yang sering kudengar melalui radio, mimbar, majalah, dan beragam sumber lainnya, aku baru sadar, memang terdengar seperti sebuah kejadian horor, yang mana horor berasal dari kata horror yang artinya perasaan mengerikan; sesuatu yang mengerikan. Haha. Aku paham kenapa "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" sering dikatakan sebagai novel horor.

Lalu, jujur saja, aku sama sekali tidak berbohong, malah sudah banyak teman aku yang berkata bahwa hidupku itu selama ini lurus-lurus saja, aku malah baru tahu beberapa hal tertentu itu betul-betul pernah (dan mungkin hingga sekarang ini) ada di dunia ini. Salah satunya, saat main ke rumah Dias di Bekasi. Aku baru tahu, kejadian yang seperti tertuang dalam cerpen buatan salah satu teman ini sungguh terjadi di keseharian (baca: One Day). Yah, memang kalau mendengarkan, itu masih terasa kurang. Tetap saja, yang terbaik, seeing is believing. Melihat sendiri, menyaksikan sendiri, mendengar sendiri. Apalagi, well, para pembaca tahu kebiasaan aku yang suka berkata "Logikanya". Aku masih lebih sering menggunakan akal sehat daripada perasaan (atau iman) aku sendiri. Padahal, sejak kecil aku tahu, ada beberapa hal yang hanya bisa dirasakan, bukan untuk dilihat. Tak heran pula, aku suka bertengkar dengan teman karena topik-topik 'ajib' tersebut.

Haha. 

Hidup itu memang seperti itu, yah?! Terkadang jawaban yang kita cari itu justru berada di sekitar kita. Pengetahuan yang sebenarnya itu bukan hidup di buku referensi dan internet, namun berada di dalam masyarakat. Maka dari itu, tak heran ada yang namanya urban legend (yang bahasa kasarnya, mitos). Alhasil, jika kita mau tahu beberapa hal tertentu, kita harus sering berada di dalam masyarakat; kita harus sering pula bersosialisasi dengan beberapa orang (yang lebih sering diceritakan dalam obrolan langsung, bukan lewat chat). Terkadang pula jawaban yang paling tepat itu datang dari mereka yang sangat suka kita remehkan.





Kalau tidak betemu dengan Erfina jumat kemarin itu, mungkin aku tak akan pernah mengetahui bahwa ternyata mama William itu kakak dari Ci Erni, yang merupakan salah seorang teman dekat Mami. Oh iya, itu chat asli, kok. Aku memang begitu. Untuk menjaga privasi seseorang, nama dan foto yang bersangkutan itu tak aku cantumkan.









Comments