Sultan Mah Bebas, Yah?!















Entah sejak kapan, entah dari mana, pokoknya aku pernah dengar bahwa demi sebuah game (dan juga mungkin hobi-hobi tertentu), orang rela mengeluarkan uang dengan jumlah  yang tak masuk akal. Yang seperti itu kebanyakan dari luar negeri. Lalu, aku bingung saja, kok bisa se-hedonis begitu. Uangnya kan bisa dimanfaatkan untuk yang lebih bermanfaat. Untuk amal, salah satu contohnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, aku paham sekali. Apalagi aku juga sudah melihat sendiri salah satunya buktinya di Indonesia. Ada satu gamer yang Dyrroth-nya saja belum ada sebulan keluar, eh sudah menggunakannya. Wah, luar biasa kecintaannya, yah. Entah demi kepuasan batin, entah demi sesuatu-sesuatu yang lain, pokoknya aku salut, deh. Jujur, aku pun baru mengerti yang seperti itu sejak mempraktekannya sendiri melalui STARLIGHT MEMBER (walau sebetulnya sudah kupraktekan saat 2014 silam, hehe). Kalau aku sendiri, aku melakukannya bukan sekadar hobi saja. Ada niat-niat tertentu saja. Yang jelas, yah memang ada kepuasan batin tersendiri, sih. Kita juga tak bisa main menghakimi begitu saja seseorang yang menghabiskan uangnya demi sesuatu yang menurut kita kurang penting atau tak jelas. Hak-haknya dia, kan. Pasti dia ada alasan kenapa seroyal begitu. Yang bersangkutan telah memiliki pertimbangan-pertimbangannya sendiri

Satu pelajaran yang kudapatkan: 
Untuk beberapa orang, hobi bukan sekadar hobi. Terkadang, yang namanya hobi bisa menjadi bagian dari hidup dan nyawa yang bersangkutan. 

Anyway, karena pada dasarnya, nge-game merupakan suatu aktivitas untuk mengendurkan ketegangan,--juga mengurangi stress. Makanya aku bilang, nge-game bagian dari hobi, walau faktanya, ada beberapa orang yang mencari uang dari hobinya sendiri.











Comments