Refleks Saja Melakukannya

















Screenshoot itu berasal dari Kamen Rider Decade episode 1. Kurang lebih aku mirip dengan Tsukasa, terutama dalam hal memotret (yang bisa dengan ponsel atau SLR). Haha. Serius aku ini.

Dalam hal mengambil gambar, aku seringkali seperti itu. Banyak foto jepretan aku yang aku sendiri bingung kenapa aku ambil. Dulu, Mas Iyas Maldas pernah sempat meng-unfollow Instagram aku karena kebiasaan tersebut. Saat itu, Oktober 2014 silam, aku pernah iseng saja mengambil gambar serangga mati. Karena bentuk si serangga unik, aku potret dan refleks saja, aku upload ke Instagram aku (@nuellubis). Aku juga bingung kenapa sampai harus di-upload. Pada akhirnya, yah aku hapus foto tersebut.

Karena kebiasaan tersebut, aku sering terselamatkan. Salah satunya, aku sering mendadak jadi teringat sesuatu hanya karena mengambil sebuah gambar. Buntutnya, aku berkata, "Untung gue potret". Padahal, jujur, sebelumnya, aku bingung kenapa aku potret. Aku baru benar-benar sadar alasannya kenapa setelah beberapa lama kemudian. Ambil gambarnya dulu, baru paham kenapa harus mengambil. Haha. 

Kebiasaanku tersebut sempat dipermasalahkan oleh Ucha, yang mengajariku menggunakan SLR. Walau sudah diberitahukan, aku tetap saja memotret berdasarkan apa yang mau kupotret. Penggunaan bukaan, diafragma, dll pun berdasarkan hati, bukan karena otak. Yang lalu, setahun-dua tahun kemudian, aku jadi paham kenapa aku memotretnya. Fotonya hari ini, caption-nya menyusul kemudian. Haha.

Anyway, tadi pagi aku hampir mengalami kecelakaan. Aku mengerem mendadak sepedaku hanya demi menyelamatkan seorang buta. Padahal lalu lintas tengah ramai. Ada mobil dan satu-dua motor di belakangku. Hampir saja sepedaku tertabrak atau terserempet begitu. Itu aku lakukan secara spontan, loh. 

Oh iya, kenapa, yah, ada yang namanya aksi spontan/refleks itu? Kenapa bisa ada orang yang sering sekali melakukan sesuatu secara spontan. Ada yang bilang, mereka melakukan itu berdasarkan hati nurani mereka. Aku punya teman yang seperti itu juga, sih. Namanya Yudi. Dulu aku pernah meminjam uang dari Yudi. Saat aku mau mengembalikannya, Yudi menolak dan malah berkata, "Nggak usah, Man. Nggak usah dibalikin. Gue ikhlas kasih lu duit waktu itu. Lagian, gue ngerasa harus kasih lu duit aja. Hehe." 

Haha.

So, in your opinion, what is the function of those spontaneous acts? 






Aku sampai sekarang bingung kenapa harus mengambil gambar murid TK. Namun, karena foto ini, aku teringat akan tanggal aku bertemu guru Agama Katolik aku untuk kali pertama, yang kebetulan bertepatan dengan hari ulang tahun aku yang ke-27.







Comments