GOOD MAN, WICKED MAN








Kalian pilih mati sebagai yang mana?








Kalau dipikir, memang tak elok untuk menilai diri kita sendiri. Kalau kita anggap diri kita ini good man, narsis yah. Narsis begitu, kurang bagus;  arogan juga kelihatannya. Setahuku, orang-orang yang sudah dikenal sebagai good man juga tak pernah menyebut diri mereka good man. Beberapa di antara mereka malah cenderung menganggap diri mereka kurang baik. Walaupun, kesannya mereka itu tengah merendah. Untuk beberapa orang, sifat merendah bisa dianggap sok. Selain sok, terlalu merendah juga membuat kita menjadi pesimis. Kebanyakan orang tak suka dengan orang yang pesimis. Satu-dua di antara mereka malah menyebutnya sebagai biang kegagalan.

Jadi, menganggap diri itu good atau wicked, keduanya malah terlihat tak elok. Sungguh mencoba bersikap saja itu tak mudah sekali. Mencoba menjadi normal itu sungguh membutuhkan kerja keras. Menjadi diri sendiri--apalagi hingga terlalu--itu harus membuat kita siap-siap menerima image yang seringkali menyakitkan. Well, sejak kecil, aku sudah terbiasa dianggap freak, weird, aneh, hingga pe'a ala Yoyo atau Cecep (dua tokoh fiksi yang  mengudara melalui sebuah drama televisi Indonesia). Padahal, aku dalam pikiran hanya geleng-geleng kepala. Cuz, I'm not the kind of that person. 

Kembali ke dua lukisan tersebut. Keduanya dipajang di "University of St Thomas Museum of Arts and Sciences". Aku save dari akun media sosial salah seorang  junior di kampus dulu. Jika mengamati perkembangan akhir-akhir ini, aku merasa dipandang sebagai wicked man oleh orang-orang tertentu. Padahal, aku tak pernah merasa berbuat sejahat itu di masyarakat. Sebisa mungkin aku mencoba menabur kebaikan; melakukan yang Tuhan kehendaki. Kadang aku berpikir, apa aku kelak bakal sulit matinya, yang bakal seperti si wicked man.

Pergulatan batin yang luar biasa, yah? Hidup juga bukan sebuah cerita fiksi, yang mana tiap tokohnya sudah dibeberkan latar belakang dan karakternya (yang dibuat begitu, agar lebih menjual). Tiap orang pun berusaha menjadi orang baik-baik. Bahkan, sudah jelas yang dia lakukan jahat (bukan salah, yah?!) dan sangat merugikan, eh yang bersangkutan masih mencoba terlihat menjadi seorang saint. Haha. 

Manusia oh manusia. Yeah, c'est la vie!











Comments