Seminar yang Sangat Membekas untuk Seorang Nuel Lubis

















21 Agustus 2007. Tanggalnya boleh lupa. Tapi, jika disodorkan angkanya, momen di balik tanggal 21-nya tersebut, aku tidak pernah lupa.

Itu adalah hari di mana aku mengikuti sebuah seminar di kampus (yang dalam rangka memenuhi syarat lulus melalui jalur Satuan Kredit Partisipasi/SKP). Haha. Untuk anak pemalu dan sulit beradaptasi seperti aku, jalur mengikuti seminar itu sepertinya lebih gampang daripada menceburkan diri untuk aktif di organisasi. Lagian, ikut seminar itu capeknya hanya di hari H. Berbeda dengan ikut organisasi, yang bisa hampir sebulan kesibukannya. Well, aku jadi ingat saat diriku terlibat kepanitiaan di Human Security, yang sebagai seksi keamanan. Dua mingguan itu aku harus hectic. Yah, itu untuk persiapan acara, selama acara, dan sesudah acara. 













Balik lagi ke tanggal 21 Agustus 2007. Itu tanggal lumayan bersejarah untuk aku pribadi. Karena di seminar itulah, aku bisa benar-benar mengenal apa itu passion dan panggilan. Dari pembicara-pembicara tersebut, aku seperti tersadarkan bahwa mungkin aku salah jurusan. Karena Seminar Motivasi tersebut, aku jadi semakin menyeriusi hobi menulis dan mulai menggarap "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". 

Anyway, thank to Khrisna Murti and Choky Sitohang. Terutama yang terakhir itu, loh. Mauliate, Bang Choky. Berkat yang bersangkutan, aku benar-benar memahami apa itu passion, panggilan, dan bagaimana cara kerja Tuhan yang sangat misterius dalam memakai umat manusia untuk kepentingan-NYA yang sangat mulia. 

Sampai sekarang, aku tidak pernah lupa  dengan sesi terakhir dari seminar tersebut. Aku tidak pernah lupa bagaimana si pembicara mencurahkan isi hatinya kepada aku dan para peserta seminar yang lainnya. Seperti tengah mengobrol ngalor-ngidul saja. Bagaikan tanpa sekat. Saking membekasnya, hingga sekarang ini, suasana sesi ketiga dari seminar tersebut suka terbawa mimpi. Aku masih suka memimpikan aura dari acara seminar tersebut. Lol!







Comments