Tampil Beda, Be Yourself








Beli koyo jenis ini mungkin sekitar bulan Januari 2014.









Pernahkah kalian mengalami hal seperti ini?

Hmmm, maksudku bukan seperti yang ada di foto ilustrasi tersebut. Namun, situasi di mana kalian sudah bersikukuh pada pendirian kalian, lalu karena melihat orang-orang sekitar kalian tidak ada yang berpandangan yang sama dengan kalian, kalian pendam dan akhirnya berpandangan yang sama dengan yang lainnya. Bahasa kekiniannya, gegayaan. 

Jika kalian bertanya padaku, jawabku "Sering banget". Apalagi kalau aku ingat masa-masa sekolah dan kuliah dulu.  Tiap kegiatan jam belajar-mengajar, tiap jam perkuliahan, lalu si dosen atau guru menanyakan sesuatu, aku biasanya suka celingak-celinguk tidak jelas ke seluruh ruangan. Lihat-lihat dulu, rata-rata akan menjawab apa. Biasanya, sih, alasanku: tengsin. Kan kalau salah, apalagi sendirian saja, malu banget. Aku sering seperti itu. Yang pada akhirnya, justru jawaban awal yang hanya bisa kupendam dalam hati itulah yang paling benar. Jawaban mayoritas yang justru salah atau sedikit keliru. Aku jadi mendumel sendiri dalam pikiran: "Huh, coba gue jawab gitu, kan lumayan dipuji satu kelas,"

Nah, foto di atas itu boleh dibilang salah satu hal yang mana aku berani tampil beda. Tampil beda itulah sesuatu yang aku jarang sekali lakukan. So then, for being myself (yang bukan melalui tulisan), to me, it's very difficult to do. Rotfl (baca: ketawa guling-guling).

Aku ingat, kali pertama beli koyo pijat tersebut, aku satu-satunya yang beli koyo tersebut ke penjual asongan di dalam bus. Kenapa begitu, yah soalnya aku menyaksikannya sendiri. Berdasarkan kebiasaan yang sudah aku ceritakan tersebut, aku sempat melirik-lirik para penumpang yang lainnya. Selain aku, tidak ada lagi yang beli. Haha. Saat itu, aku merasa istimewa sekali bisa menjadi yang pertama dan satu-satunya pembeli untuk si pedagang asongan. Sepele, yah? Konyol, yah? But, I'm very proud to be the chosen one doing something silly like that!

Selanjutnya, haha, kadang aku suka iri dengan mereka yang betapa mudahnya tampil beda. Aku lumayan sering bergumam, apa mungkin urat malu mereka sudah putus. 

Ah, sudah, ah. Hanya tulisan ngalor-ngidul. Ada yang bisa dipetik, silahkan. Tak suka, jangan dibaca. Apalagi jika tak sepaham. Cuz, it's just a self-reminder note, Guys!







Comments