Para Inspirator dalam "SEKAR CILIK YANG TERLALU CEPAT MEKAR"










1. Si Gina, gadis yang sok dewasa nan suka dengar lagu-lagu Rossa.
>> Nama asli: Egi Regina. 
Aku lupa nama lengkapnya siapa. Hanya tahu nama depannya saja: Regina. Biasa dipanggil Egi. Orangnya yang sebenarnya itu sama persis dengan yang aku tuliskan di SEKAR CILIK YANG TERLALU CEPAT MEKAR. Egi masih kelas 4 SD (sementara aku kelas 10 SMA), namun sudah memiliki pemikiran yang lebih dewasa daripada usianya yang sebenarnya. Benar-benar si Egi ini sampai memikirkan mengenai abunya yang mau ditaruh di dalam guci prakarya kelasnya. Haha. Lalu, aku suka speechless, saat mengetahui Egi ini lebih mahir tentang cinta daripada aku. Seperti dokter cinta saja! 



2. Si Dian yang centil dan bawel, yang kalau bicara itu suka ceplas-ceplos.
>> Nama asli: Nadia. 
Orangnya hampir mirip dengan Egi. Perbedaannya hanya di: Nadia lebih centil, genit, bawel, dan pecicilan. Sementara Egi lebih kalem. Tak heran Egi lebih terlihat dewasa daripada Nadia.

3. Tina yang selalu sengit dalam menanggapi tiap kata dari Gina dan Dian.
>> Nama asli: Tini. 
Bingung aku dalam menanggapi Tini. Kadang, di satu sisi, Tini bisa menjadi seperti anak SD kebanyakan. Namun, di sisi lain, Tini bisa menjadi wanita dewasa, yang begitu sengitnya menanggapi obrolan Nadia dan Egi.

4. Si Pendiam Helen.
>> Helen ini kakak kelasnya Nadia, cs. Paling tua daripada Egi, Nadia, Tini, Vira, dan Vania. Herannya, justru Helen ini yang sangat anak SD di dalam Suzuki Carry-nya (Almarhum) Om Irwan. Selain itu, Helen ini lebih pendiam dan seringnya mendengarkan obrolan Nadia, cs (yang walau sesekali membalasnya sembari menasehati). 

5. Si Dungu Viola yang selalu saja mengiyakan tiap kata-kata Dian. 
>> Nama asli: Vira.
Vira ini yang paling sering di-bully oleh Nadia, dll. Aku kadang suka ketawa saat melihat Nadia yang begitu gampang memerintah Vira. Kok mau disuruh-suruh begitu? Haha.

Sumber: dari Facebook yang bersangkutan. 
6. Yang lumayan manis, Vandra.
>> Nama asli: Vania Alverina. 
Dari semua anak-anak SD yang ikut Suzuki Carry-nya (Almarhum) Om Irwan, hanya Vania saja yang berhasil kudapatkan nama lengkap dan fotonya saat bukan murid SD lagi. Wajahnya Vania saat SD itu tak jauh berbeda dengan wajahnya yang sekarang. Anyway, Vania ini yang sebetulnya paling dewasa. Tak gampang dirinya dikerjai oleh Nadia maupun Tini. Malah kadang suka marah ke teman-temannya. Marahnya Vania itu mirip marahnya emak-emak. Haha.







PS: 
Terpikirkan saja membeberkan rahasia di balik cerpen "SEKAR CILIK YANG TERLALU CEPAT MEKAR". Apalagi, setelah beberapa hari lalu, aku mendapatkan kabar bahwa Om Irwan, supir mobil antar jemput aku dan lainnya, sudah meninggal dunia. Aku tahu dari Oma Aming, salah satu sanak saudara Nadia. 

#InMemoriam






Comments