Antara Nguping dan Tutup Kuping








Yang mengenakan sepatu roda itu Kezia Elizabeth. Sisanya itu Layka Carolita.






Suatu waktu,

Salah seorang sepupu memberikan saran padaku seperti ini: "Kalau nggak bicara yang bukan-bukan, ngapain nguping?"

Yang lainnya memberikan saran pula, yang seperti ini: "Kalau aku sih, udah tahu obrolannya sifatnya privasi, aku mending tutup kuping aku pakai headset."

Padahal yang satu berkomentar padaku jauh lebih dulu daripada yang lainnya. Maksudku, di waktu yang terpisah pula. Tapi, jika ingat message-message mereka itu, aku merasa antara message yang satu dan message yang lainnya itu seperti tengah berdebat kusir di hadapanku. Lucu, yah. Sebab, mereka berdua hanya me-reply message aku saja, yang berbeda waktu pula, di tempat yang jelas berbeda pula. Yang satu, di Tangerang. Yang lainnya, di Jakarta Selatan.

Oh iya, ini hanya catatan pribadi saja, yang sekadar mengingatkanku bahwa terkadang saran-saran yang masuk ke kita itu bisa terlihat sebagai sebuah debat kusir. Yang satu menyarankan seperti itu, yang lain malah sebaliknya.







Comments