Aku & Richeese Nabati








Bang Mardin, salah satu sepupu jauh aku, yang dari garis silsilah Papi. Dia tengah mejeng bareng Richeese Nabati.









Fotonya terjadi di Februari 2018 yang lalu. Saat itu, sehabis pulang gereja, Bang Mardin menemaniku ke TangCity untuk membeli headset bluetooth (atau wireless bluetooth). Aku memang begitu. Setiap barang harus ada back-up-nya. Jika yang satu rusak, dicuci, atau baterai habis, ada penggantinya. Nah, dalam rangka itulah, aku pergi ke TangCity. 

Karena rata-rata mal buka di atas jam 10, kami juga tiba beberapa menit lebih dini, alhasil kami mampir dulu di Richeese Factory yang buka lebih cepat ketimbang malnya sendiri. Sekalian saja aku mentraktir Bang Mardin dan anaknya, Daffin. Si Daffin ini aku belikan Richeese Nabati. 

Haha. 

Anyway, tidak ada niat promosi juga, entah sejak kapan aku menggemari produk-produk Richeese. Yang paling aku favoritkan itu Richeese Nabati, yang ada rasa kejunya. Krim kejunya yang ada di balik lapisan wafernya itu sangat menggigit di lidah. Apalagi, ketimbang merek-merek lainnya, wafer Richeese Nabati itu memang lebih murah. Enak dikunyah pula. Itulah salah satu alasan kenapa aku sering sekali mengonsumsi Richeese Nabati. 

😄😄😄😄😄







Comments