#1 Keanehan pada #misiterakhirrafael







Temuan pada toko buku yang ada di Supermal Karawaci.










Setelah sekian lama, aku baru menyadari satu hal. Entah mengapa bisa terjadi seperti ini, tapi ini memang aneh. Banget!

"Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" itu kan sudah keluar di bulan Maret 2016. Apalagi aku terima sampelnya di pertengahan bulan. Satu bulan kemudian, di bulan April (serta Mei), aku lumayan rutin inspeksi. Bahkan sampai bulan September, aku tetap inspeksi sendiri ke beberapa toko buku (yang menjadi inspeksi terakhir di 2016). Nah, sekarang ini, kalau ingat kejadian-kejadian tempo lalu, aku merasa aneh saja. Anehnya itu, kenapa aku rada sulit menemukan "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh", padahal jedanya itu baru sebulan-dua bulan kemudian sejak terbit. Lalu, setahuku, mau penulis lama, mau penulis baru, jika bukunya baru cetakan pertama, seharusnya diletakan di rak 'new arrival' (buku baru), kan, yah. Itulah yang kualami dari "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" tersebut.

Si Cokelat ini begitu susah aku temukan, padahal saat itu, belum ada setahun terbitnya. Baru sebulan-dua bulan terbit, aku sudah dibuat kewalahan mencari novel tersebut. Si Cokelat tidak diletakan pula di rak buku terbitan baru, melainkan diperlakukan seolah-olah itu buku lama. Padahal, jika ingat karyaku lewat Japanese Station, wuih luar biasa. Lima rak langsung dipenuhi oleh JS Book. Yang seperti itulah yang kurasakan tidak dialami oleh "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Bahkan novelisnya sendiri kesulitan mencari "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh".

Hmmm.....

Ya sudahlah, itu hanya salah satu keanehan yang aku baru sadari di balik penjualan awal "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Salah satunya: kenapa tidak diletakan di rak buku terbitan baru? Lalu, kenapa jatah penempatan raknya juga tergolong sedikit daripada buku-buku baru lainnya (yang seingatku, seperti ditunjukan dalam foto ilustrasi di atas)?

Selanjutnya, aku tak tahu. Aku hanya sekadar menyampaikan uneg-uneg mengenai salah satu keanehan dari penjualan "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Lagipula, sejak awal aku memang tidak berniat mencari sensasi via "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh". Murni ingin berjualan buku saja. Omong-omong, siapapun pasti gemas sekali jika menemukan keanehan seperti itu. 







Comments