Time-lapse Again: Episode 345 Detective Conan






Off season halloween. Pesta halloween di luar musim.










Aku tidak ada niat untuk membahas tentang Detective Conan di IMMANUEL'S NOTES. Hanya saja, tiap aku menonton episode 345 tersebut, aku selalu terngiang-ngiang akan suatu masa saat aku kelas 11 SMA. 

Saat itu, tanggalnya aku tak pernah lupa: 24 September 2005, itu ialah tanggal di mana aku membuat diriku harus jatuh sakit secepatnya. Itu seperti membasahi diriku hingga basah kuyup, lalu membiarkan badanku kedinginan mampus. Kenapa aku melakukan itu? Percayalah padaku, alasannya konyol sekali: supaya bisa tidak ikut ret-reat SMA yang diadakan di Pratista (yang mana acaranya berlangsung di 25-27 September), Bogor. Lol!

Lalu, singkat cerita, demam pun gagal kudapatkan. Yang ada, besoknya, setelah mengalami pergulatan batin (yang agak didesak oleh Mendiang Mami), mau tak mau aku harus mengikuti ret-reat laknat tersebut. Aku sampai diantar oleh Mendiang Mami (yang sampai harus panggil supir untuk menuju Bogor). Sesampai di Pratista, beberapa teman sepertinya tercengang-cengang. Yang aku ingat, sepertinya ada yang berkata: "Anak mami banget ya, lu, Man," Yang lainnya berkata: "Istimewa banget, nih, si Iman. Yang lain pergi bareng naik bus. Dia sendiri  malah naik mobil pribadi. Pake supir, pulak!"

Lol!

Then, itu bukan pengalaman pertama. Dulu, saat aku masih SD, aku sering pura-pura sakit hanya agar bisa tidak mengikuti beberapa kegiatan sekolah (yang sebetulnya jika tidak diikuti, memang tidak berefek ke nilai rapor, lagipula itu kan semacam kegiatan ekstrakurikuler). Tapi, buntut-buntutnya, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya ketahuan juga. Satu-dua kegiatan harus aku ikuti. Salah satunya, acara perpisahan sekolah, yang mana aku pernah tak sengaja memuntahkan makanan di depan teman perempuanku, Steffy. Malunya!

Konyol, yah, aku. Entah karena malas, entah karena pemalu, aku sampai nekat pura-pura sakit atau membuat diriku jatuh sakit. Entah kenapa  aku bisa seperti itu. Yang hingga detik ini, aku malah masih bisa seperti itu. Refleks saja aku seperti itu. 

At last, setiap menonton episode 345 tersebut, well, aku selalu teringat akan masa tersebut; juga kekonyolan-kekonyolanku yang bernada serupa (baca: pura-pura sakit atau mencoba agar jatuh sakit). 

Aneh, yah. Saat pengin sakit, seringkali aku malah sehat bugar. Saat tidak ingin sakit, eh tenggorokan malah gatal, badan meriang, kepala cenat-cenut. Lucu!







Comments