[BEFORE-AFTER] Ternyata Perlu Adaptasi Juga Saat Nge-game








(ATAS) Tigreal, Tank, MOBILE LEGENDS | (BAWAH) Yorn, Archer, ARENA OF VALOR















Ternyata di dunia game, pepatah ini ("Lain ladang, lain belalang") juga bisa berlaku. Padahal antara Mobile Legends dan Arena of Valor itu sejenis. Keduanya itu game yang bertipe sama dengan Ragnarok atau DOTA. Namun, tidak serta merta kebiasaan kita saat bermain Mobile Legends itu bisa kita praktekkan di Arena of Valor. 

Ambil contoh: 
Di Mobile Legends, aku terbiasa (jika tidak bisa dikatakan jago) menggunakan hero berjenis tank, yang hero andalanku itu Tigreal. Maka, di Arena of Valor, aku rada kagok menggunakan tank. Aku malah lebih nyaman menggunakan hero berjenis archer (yang sebetulnya tak jauh berbeda dengan marksman di Mobile Legends), dengan hero andalanku itu Yorn (yang sebelumnya itu Valhein, the demon hunter).

Lalu, tak hanya itu saja, ada beberapa kebiasaan saat bermain Mobile Legends, tak bisa kupraktekan di Arena of Valor; yang begitu pun sebaliknya. Di Arena of Valor, ada titik di dekat tower yang mana kita bisa reheal. Tempat itu tidak ada di Mobile Legends. Kalau mau reheal, kita harus balik ke base.

Di Arena of Valor, saat sudah sampai tower utama musuh, menghancurkan tower relatif lebih mudah daripada turret utama di Mobile Legends. Di Mobile Legends, nyawa turret utamanya lebih banyak dan kadang bisa meningkat kembali jika ditinggal. 

Selain itu, mengalahkan minnion di Mobile Legends itu jauh lebih mudah ketimbang mengalahkan creep di Arena of Valor. Apalagi, ada beberapa jenis creep d Arena of Valor, yang agak sulit dikalahkan. Cukup menyita waktu juga.

Kemudian, masih banyak perbedaan antara Mobile Legends dan Arena of Valor. Alhasil, kebiasaan di satu game tersebut tak bisa serta merta kita praktekkan di game lainnya. Jadi, kita tetap harus beradaptasi dulu, jika mau lihai bermain di beberapa game sekaligus, walau jenisnya sama.













Comments