[ASK] On a Scale of 1-10 How Honest are You?

















Seberapa jujur aku?

Hmmm, yang bisa aku bilang: 
Rasanya menyakitkan saat kita sudah mencoba dan/atau sudah berkata jujur, itu malah membuat kita di-bully (atau apapun itu istilahnya). Tak enak, jika sudah jujur, malah dibilang bohong, ngawur, ngaco, dan sekelumit kata-kata tak enak lainnya. Lalu, yang seperti itulah yang sering kualami. 

Itu sejak kapan? Entahlah, mungkin sejak kecil. Aku juga bingung kenapa bisa seperti itu. 

Apa mungkin karena aku terlalu terbiasa menyendiri dan tertutup (bahasa ilmiahnya, introvert)? Bisa jadi juga. Katanya sih, kebanyakan orang yang introvert itu memang sering disalahpahami alih-alih dituduh yang bukan-bukan.

Last but not least, sekali lagi aku mau katakan, khususnya di blog (mau Immanuel's Notes atau GETOKATANYA), segala apa yang kutulis itu selalu coba aku masukan bumbu kejujuran. Karena memang seringkali aku menulis itu mengandalkan perasaan (yang tak heran suka typo, hehe). Terserah para netizen menanggapinya seperti apa. Aku tak bisa juga memaksakan orang lain untuk percaya.

Sedikit cerita pengalaman aku, yah. Lupa oleh siapa, yang jelas ini saat aku masih kuliah dulu, ada teman yang berkata bahwa diriku ini terlihat polos. Ada juga yang berkata aku ini terlalu jujur. Teman yang lain berkata bahwa aku tak berbakat untuk berbohong. Sebab, kata si orang itu (dan banyak juga yang bertestimoni), jika aku berbohong, seringkali langsung mudah terlihat. Begitu kata beberapa testimoni tentang aku.

Masih disebut bohong? Yo weis-lah. Terserah sajalah. Itu hak setiap orang menanggapinya seperti apa. Lagipula, biasanya tulisan yang mana ada kejujuran di dalamnya, amat mudah dikenali. Cukup dirasakan saja, dan itu sangat mudah kita rasakan.

Sebagai penutup, bahkan seorang penemu dinamit bernama Alfred Bernhard Nobel pernah menyesali mengapa dirinya menciptakan dinamit. Pasalnya, dirinya menciptakan dinamit itu bukan untuk perang, apalagi untuk membunuh sesama manusia. 







Comments