Mitos Son Goku








Hadeuh, kok malah lupa nge-blur nama-namanya ya?! 😩










Sejak kemarin junat, malam sabtu (atau jumat malam), aku diajak ikut dalam grup Whatsap oleh teman-teman SMP di Markus dulu. Entahlah, ada angin ribut kali, mengajak aku. Yang jelas, aku mulai menikmati obrolan dengan mereka, walau tak jarang sindir-menyindir. But, well, sudah sejak jaman Yesus lahir, sindir-menyindir ada, bukan? Yesus disalib juga karena sindiran dari para ahli Taurat.

Oke, aku tak lagi menjadi seorang preacher. Bukan mau bahas soal agama juga. Ilmu agamaku cetek. Yang jelas, yang mau aku bahas, salah satu obrolannya. Ada salah satu teman, sebut saja Anggi, berceletuk seperti yang ada di screenshot di atas. Yang kesebut namanya, malah lupa. Si Anggi malah ingat kejadian yang sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Amazing

Aku kira, hanya aku saja yang seperti itu, yang bahkan bisa tiba-tiba teringat pengalaman saat aku masih murid taman kanak-kanak. Ckck. Sejak aku TK di tahun yang entah kapan hingga aku berusia 30 di era milenium ini? Mantaplah!

Anyway, mendadak aku teringat akan sebuah mitos. Katanya sih, jikalau kita terus menerus teringat akan sebuah/beberapa momen di suatu periode tertentu--ambil contoh: kita selalu teringat akan masa SD daripada masa-masa lainnya--kemungkinan itulah masa terbaik kita sepanjang kita hidup di dunia. Well, maybe that's true!

Mungkin, apa karena ini juga wajahku tak terlalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu? Suara cempreng (yang kalau di telepon, mirip suara mbak-mbak) aku juga mungkin karena mitos itu (yang ternyata banyak juga lelaki bernasib sama denganku, yaitu bersuara cempreng, yang salah satunya seorang Youtuber/Gamer; penulis dodol itu juga cempreng kan ya?!). Beberapa kelakuan juga, yang kata beberapa teman, seperti anak kecil. Haha (kalau dipikir, lebih baik menertawakan diri sendiri daripada menertawakan orang lain). 

Eh, mendadak aku jadi teringat akan anime jaman dahulu kala (baca: jadoel). Namanya Dragon Ball. Serial tersebut--jika kita tonton lengkap dari versi bahasa Jepang--memiliki tokoh utama hampir mirip seperti aku. Sejak usia 13-14 tahun sampai memiliki anak bernama Goten, suara Goku ini tak terlalu memiliki perubahan drastis. Itu-itu saja. Cempreng in my humble opinion. Konon, dubber Son Goku yang berotot itu perempuan. Is it true?

Itu saja post aku di malam minggu kali ini. Hanya ngobrol ngalor-ngidul tidak jelas. Random post belaka. 













PS: buat para nama yang tercatut dan kebetulan membaca post ini, maafkan daku. Tak ada maksud negatif. Aku lupa mem-blur-kannya.







Comments