[FENOMENA] Gisela Anastasia feat Dygta - Cinta Rahasia


















Menulis judulnya saja, kok aku merasa tengah menulis sebuah lirik lagu, walau memang terinspirasi dari sebuah lagu yang populer di Januari 2016 silam. Hehe. 

Hmmm.....

Mulai dari mana ya? 

Langsung saja yah. 

Anyway, masih ingat kan, dengan salah satu tulisanku yang ini: "Tidak Semua yang Ada di Televisi Bisa Dipercaya"? Itu kali pertama aku menuliskan hal seperti itu (dan segila itu) dengan nama asliku. Jujur, aku bilang, nick Rafael Kiddo Van Lei itu lebih sering aku yang pegang sebetulnya. Dan, kenapa aku bilang edan, ya karena memang edan. Nyaris tak terendus ke permukaan. Buat yang pertama tahu, pasti sempat berpikiran yang sama denganku saat itu: masa sih? 

Kisah itu terjadi di 2014. Walau itu sudah terjadi sejak 2013. Itu saat temanku, Dias menceritakannya padaku. Awalnya aku percaya tidak percaya. Aku masih berpatokan dengan yang ada di permukaan (baca: media). Terasa aneh saja buatku. Tetapi setelah aku amat-amati baik-baik, well, Dias tidak berbohong sama sekali. Segala perkataannya terjadi dengan sendirinya. Seperti ada campur tangan ilahi saja. 

Mendadak--dari segala kejadian aneh yang aku alami bersama Dias dan kedua temanku tersebut--aku teringat dengan salah cerita dari sebuah majalah kanak-kanak yang aku baca. Seperti di post itu, yup, tak selamanya yang ada di media itu benar. Apalagi kebanyakan media (tak hanya di Indonesia) memang dikontrol sejumlah oknum tertentu (yang seringkali memiliki sejumlah agenda tersembunyi). Seperti kasus temanku itu. 

Aku juga baru sadar saat 2016. Beberapa foto Instagram si perempuan, aku amati baik-baik, memang terasa janggal. Aku memang tak ada bukti fotonya. Fotonya raib di handphone lama aku yang dijambret secara luar biasa saat Maret 2016 itu. Tapi dari beberapa foto, khususnya salah satu foto (foto dua bayi itu), temanku benar, terlebih mengenai bayi itu. Aku kroscek ke salah satu kenalan, dia juga bilang rada janggal. Mendadak pula si perempuan itu mengeluarkan single. Ada yang bilang, dalam tiap penciptaan sebuah lagu, penyanyinya itu juga dilibatkan. Kalau aku baca baik-baik liriknya, ditelaah baik-baik, aku seperti mendengar kegalauan luar biasa dari sang penyanyi. Sepertinya sang penyanyi pernah mengalami peristiwa dalam lagu tersebut. Itulah yang aku rasakan.

Sejumlah alibi dan dalih bisa diciptakan. Tapi, menurutku, yang namanya kebenaran tak bisa ditutupi begitu saja, walau harus hidup di balik tirai bernama mitos dan legenda. Dengan mata imanku saja, aku sudah melihat banyak kejanggalan dari hidup si penyanyi wanita tersebut. Bisa kalian lihat dalam post tersebut (yang aku berikan link hidup, yang di awal post). Aku benar-benar kasihan dengan temanku dan si penyanyi itu. Mereka berdua jadi harus menjalani hidup ganda begitu. Ke mana-mana diawasi. Aku juga sangat gemas dengan oknum-oknum yang menurutku monster berkepala dua. Ternyata memang sungguh ada, yah, manusia berwajah dua itu. Seram sekali!

Menangkap, tidak, tulisanku kali ini? Harusnya iya yah. Aku juga menyarankan bahwa jangan pernah mempercayai media seratus persen, apalagi jika tahu dalamnya seperti apa (yang kebanyakan dikontrol oleh oknum-oknum tertentu). Tak selamanya yang mereka umbar itu benar. Terkadang mengikuti kata hati sendiri (juga melihat dengan mata iman) itu jauh lebih baik daripada disetir oleh media. Sejumlah media bahkan bisa menyulap sesuatu yang tadinya tidak ada, menjadi ada. Mengada-adakan sesuatu, tepatnya.

Mengenai kasus temanku dan si penyanyi tersebut, terserah kalian menanggapinya seperti apa. Aku hanya menyampaikan apa yang aku tahu (walau harus berlepotan begini menyampaikannya). Aku juga tak ada maksud apa-apa; hanya ingin mengutarakan kebenaran dari segala keanehan yang aku alami sejak 2013 tersebut (yang selalu coba ditutup-tutupi oleh sejumlah oknum tertentu). Seperti tergerak saja-lah. Aku juga tak ada niat cari sensasi. Aku juga tidak dibayar. Terakhir, yang aku sampaikan ini juga hanya cuilan-cuilannya saja. Bahasa temanku, clue-clue-nya saja. Ini juga 100% dari kisah nyata (pengalaman pribadiku). Mau tahu yang selengkapnya, selidiki sendiri saja--atau tunggu tanggal mainnya ya!

Kasus itu pula yang membuatku menulis "Pangeran Kodok dan Tukang Jagal". Cerpen itu sesungguhnya terinspirasi dari kisah mereka berdua itu--Dias dan si penyanyi--(juga serial GGKT, itu juga terinspirasi dari yang mereka berdua alami). Itulah juga yang mendasari aku menulis "Bagi Bileam, Titah Tuhan Di Atas Segalanya". Aku merasa tergerak saja untuk menuliskannya; juga pengin kesadaran dan pertobatan sepenuhnya dari 'orang-orang ini'. Aku juga tak peduli, jika nanti nyawaku jadi taruhannya. Sebab, hidup-matiku berada di tangan Tuhan!

Boleh dibilang, yah inilah kesaksian imanku, yang sudah mengajarkan padaku bahwa jangan hanya melihat yang berada di permukaannya saja. Tapi cobalah untuk melihat sampai ke dalamnya. Dalamnya hati, siapa yang tahu, bukan?

Sorry, kotak komentar aku tutup!

Oh yah, tahun 2014 sungguh aku sering mengalami kejadian aneh tapi nyata (yang saat itu, aku memilih untuk tidak menuliskannya karena sesuatu).