Gamer & Manusia








JT itu Juara Terus. 










Lihat capture di atas, kan? 

Dua chara yang ada di kiri dan kanan aku itu berbeda dengan chara aku. Penampilannya lebih elegan. Pakai celana panjang, jaket, dan mengenakan topeng. Bagi yang gemar bermain mobile game bernama Free Fire pasti mengetahui bahwa penampilan user bernama Pukad itu bukan yang seperti itu ketika si user bermain untuk kali pertama kali. Awal main, setiap user menggunakan chara yang hanya mengenakan pakaian dalam dengan senjata seadanya. 

Lantas, bagaimana bisa berpenampilan seperti itu, yang menarik perhatian mata? 

Di Free Fire, ada yang namanya Luck Royale, dan segala macamnya (Lupa namanya!). Dengan gold atau diamond yang secukupnya, kita bisa memperlengkapi chara kita dengan pakaian, aksesori, dan senjata yang kita inginkan. Cara untuk yang seperti itu: sering-sering main, menyelesaikan misi, dan perbanyak ikut event. Atau, jalan pintasnya, untuk yang niat sekali, boros uang (betulan) dengan membeli diamond atau kupon.

Hal seperti itu membuatku teringat dengan PC game yang dulu sangat membahana yang bernama Point Blank. Saking terkenalnya, anak-anak pun ikutan bermain. Semua berlomba-lomba untuk bisa menjadi yang terbaik dalam Point Blank. Beragam macam cara dilakukan hanya untuk itu. Yang paling nekat, rela keluar uang banyak demi bisa mendapatkan senjata yang terbagus dalam membidik musuh (salah satu senjata itu bernama kriss, yang kalau ada user menggunakan kriss, user tersebut sudah dianggap sangat hebat). Tak heran, mungkin sekarang-sekarang ini masih, para penjual voucher Point Blank langsung diburu oleh para pengejar hasil terbaik di Point Blank.

Kelihatannya, bagi yang tidak mengerti, para gamer itu melakukan hal sia-sia. Padahal mereka semua itu, walau hanya bermain game yang seringkali dilakukan di waktu senggangnya, hanya berusaha menjadi diri mereka apa adanya. Mereka tetap sama seriusnya dengan diri mereka dalam keseharian mereka, entah itu dalam lingkungan pergaulan, pekerjaan, atau aspek-aspek hidup mereka hidup lainnya.

Apa yang ada dalam dunia game, itu seringkali juga merupakan cerminan hidup si gamer dalam keseharian mereka. Ada beberapa temanku yang seperti itu pula, soalnya. Tak sedikit, namun lumayan banyak. Ambil contoh: chara yang di samping kanan chara aku. Dari caranya bermain game, kita (mungkin) bisa mengetahui caranya berpikir dan kesehariannya itu seperti apa. Jika dilihat dari penampilannya chara tersebut, mungkin temanku itu dalam menjalani hidup itu tidaklah main-main dan lumayan cekatan. Apalagi yang aku amati, kebanyakan gamer yang memfoya-foyakan uangnya untuk kepentingan bermain game-nya, sebetulnya mereka itu tipe orang yang dalam memandang sesuatu itu cukup serius dan tidak pernah bermain-main. Saking seriusnya, tidak sedikit yang sampai melakukan perbuatan tak terpuji.

Haha, dulu jadi ingat, di beberapa warnet yang aku datangi, ada beberapa gamer yang ketahuan menggunakan cheat, yang bersangkutan langsung dihujat massal oleh gamer-gamer lainnya. Satu-dua malah berkata, "Hu-uh! Kalo nggak bisa maen, ya nggak usah maen!"

Haha. 

Hmmm.....

Apa esensi dari tulisan ini? Tidak ada niat tersembunyi di dalamnya. Iseng saja. Aku hanya ingin bercerita saja tentang dunia game yang aku ketahui. Hanya ingin sharing saja. Tapi dari bersentuhan dengan beberapa gamer, aku sadar akan satu hal. Itu:

"Bahkan dalam hal refreshing pun, manusia tetap memusatkan segenap perhatiannya ke sesuatu yang tengah dilakukannya. Katanya niatnya bersantai, agar pikiran rileks, agar syaraf-syaraf mengendur, agar fisiknya menguat lagi (sehingga terhindar dari jatuh sakit), nyatanya tetap saja mereka memusatkan perhatiannya ke sesuatu yang tujuan awal dilakukannya itu demi refreshing. Online shopping saja harus konsentrasi. Gila bukan main makhluk bernama manusia itu!"






Akhirnya bisa main death race juga.







Comments