Arti Sebuah Follower/Subscriber








Twitter account Aku Juni 2013.







Dulu aku sempat punya akun Twitter yang follower-nya sudah melebihi angka 700 (entah itu real account, entah itu fake account, yang jelas terkumpul 700-an). Menjelang ulang tahun terakhir Mendiang Mami di Maret 2015, aku tutup dengan beberapa alasan tertentu. Apa alasannya, sebaiknya tidak kuumbar. Itu bagian dari privasi aku. Yang  jelas, well,..... hanya mau bilang, mengumpulkan follower sebanyak 700 account tanpa sistem-sistem tertentu, itu ternyata tak mudah. Butuh waktu 3-4 tahun, aku bisa mengumpulkan 700 account lebih seperti saat itu. Dan, lewat mengumpulkan follower dengan jumlah hampir 1000 itu, berbuat apa-apa itu  menjadi mudah. Ambil contoh: mengadakan polling, berjualan online, hingga curahan hati colongan. Segalanya sangat mudah. Pantas banyak orang yang sepertinya sangat berhasrat untuk memiliki follower atau subscriber banyak di dunia maya. 

Then, pelajaran apa yang bisa kudapatkan dari pengalaman tersebut?

Well, peribahasa "gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga" itu benar. Akibat kecerobohanku dalam beberapa kali menutup account, sekarang aku baru sadar bahwa mengumpulkan follower, subscriber, friend, atau apapun itu namanya di internet (atau social media), itu tidaklah semudah membalikan telapak tangan seorang bayi. That's it!






Comments