Thursday, May 4, 2017

Hanya Masalah Sudut Pandang








Daniel 3:24-28
"Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!" Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu. Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka. Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka."



Perhatikan baik-baik kata-kata yang dipertebal! Bahkan untuk beberapa orang pun, walau itu datang dari sebuah kitab suci, ditulis oleh seseorang yang dianggap nabi/orang suci oleh satu suku bangsa, bagian itu akan dianggap sebuah cerita mengerikan/horor. Bisa saja pula para menteri dari Raja Nebukadnezar itu berkata bahwa Nebukadnezar hanya  tengah berhalusinasi. Apalagi, sesungguhnya batas antara beriman dan gila (benar-benar kehilangan akal sehat, yang juga kerasukan setan dan/atau roh jahat) itu sangat tipis. 

Juga, cerita tersebut--untuk yang mempercayainya--akan dianggap suatu cerita kesaksian iman yang luar biasa, yang menunjukan betapa dahsyatnya kuasa Sang Pencipta. Ada juga yang mungkin beranggapan bahwa kisah dalam kitab Daniel itu sebagai suatu peristiwa supranatural. Tidak hanya itu juga, beberapa kisah di beberapa kitab suci sebetulnya pun bernasib dan bernada sama seperti kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang dilemparkan ke dalam perapian yang berapi-api. Untuk sebagian orang, kisah tersebut akan disebut sebagai khayalan, dongeng, hingga sebuah cerita horor. Bagaimana pula dengan beberapa nubuatan dalam kitab Wahyu (Revelation) dan kitab-kitab lainnya yang membahas soal akhir jaman atau dunia kiamat? Bukankah pada saat kita membacanya, bulu kuduk kita akan merinding sama halnya seperti saat kita menonton sebuah film bergenre horor, thriller, dan slasher sekaligus? 

Hal yang sama berlaku pula untuk sebuah legenda di Jepang sana soal keadaan di mana kalian muncul di mimpi orang lain. Juga,  berlaku untuk sebuah novel berjudul "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" yang disalahartikan, sehingga dibenci. Novel itu dibenci hanya karena ketidaksukaan segelintir orang yang mana hal-hal seperti itu memang jarang sekali ada yang sangat berani menceritakannya secara gamblang dan publik. Padahal novel itu tak seperti yang diduga selama ini. Bukan sebuah kisah horor jika mau diamati dengan lebih amat seksama. Lebih mirip suatu kisah di mana tangan Sang Pencipta bekerja (yang selalu dengan cara amat misterius nan gaib nan mistis) untuk mempertemukan dan mempersatukan sepasang anak manusia. 

Itu semua hanyalah soal sudut pandang belaka. Sama halnya dengan seorang ksatria pilihan yang mendatangi beberapa 'orang jahat', lalu menusuk mereka-mereka itu dengan sebuah pedang bernama excalibur. Untuk sebagian orang, ksatria itu bak setan dan musuh yang harus dilenyapkan. Untuk sebagian orang lainnya, justru malah dianggap pahlawan.






2 comments:

  1. Yah kayak dua mata sisi uang ya, Nuel.. Pasti ada pro kontra ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar banget itu. Haha. Jadi usahain sebetulnya jangan terlalu mihak. Usahakan netral aja. Apalagi kalo ga gitu paham yah. ^^

      Delete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^