Monday, November 2, 2015

Dilema Berjejaring Sosial - 2



Tak bisa dipungkiri, dunia maya memang versi maya dari dunia nyata. Tak usah heran kalau apa yang kita tulis itu akan mendapatkan banyak respon, entah positif maupun negatif. Ada seseorang yang pernah bilang, "Yah kalau nggak mau digituin, nggak usah punya social media aja sekalian! Beres!" Ada juga banyak opini soal bagaimana menyikapi berbagai serangan atas segala aktivitas kita di dunia maya. Yah seperti berikut ini!

Berikut ini segala komentar atas tulisan pendekku dua tahun silam (Dilema Berjejaring Sosial). 



"Kritikan itu sebenarnya kepedulian. Umpan balik untuk meningkatkan kinerja." - Melisa 







Panggil aku Nova:
Kalo gue mah, cuek aja. Akun juga akun gue sendiri. Status kan urusan si yang punya akun sama isi kepalanya, kenapa yang baca malah sewot. Kalo seneng di-like, kalo gak seneng ya udah, dicuekin aja. Prinsip gue sebagai Ratu Sosmed gitu doang sih, Man.

Lidya - Mama Cal-Vin:
Yang penting tidak merugikan orang lain dan tidak menyinggung orang lain.

Bayu Setiawan: 
Namanya juga orang banyak, macem-macem kelakuannya. Yang penting kita pandai-pandai aja menyikapinya. 

Muhammad A Vip:
itu orang-orang yang komentar gak mutu, pasti pengangguran stress. Karena dirinya susah maka nggak ingin orang lain damai.

Claude C Kenni: 
Be yourself aja, dan gak usah dengerin orang laen ngomong apa, hahaha.

f4dLy:
Kalau aku sih, hampir sama dengan pendapatnya Nova diatas. Tulislah apa yang memang kamu sukai, tidak usah dengar mereka yang berpikir hanya menggunakan satu sudut pandang, atau melihat dengan kacamata yang salah sehingga semuanya seakan salah. Tapi tetap harus diperhatikan juga, jangan merugikan orang lain dengan tulisan kita. 

Redmercon: 
Rasanya gak semua orang kayak yang kak nuel sebutin, deh Kalau orangnya berpikiran sempit, bermaksud bercanda, atau memang belum dewasa, ngomongnya kayak gitu. Dulu ada teman bloger,  dia nganggap saya anak otomotif, soalnya blog lama saya isinya banyak membahas sepeda motor, padahal saya anak desain, yang kebetulan suka dengan sepeda motor. Hehehe.

armae:
Abaikan saja semua komentar itu, Nuel. Yaa, sama seperti di dunia nyata juga. Mencoba menyenangkan semua orang adalah usaha paling sia-sia di dunia ini. Nulis di blog, juga pastinya banyak yang suka dan gak suka kan? ;) 

Glen Tripollo: 
Hahahaha... yang ngeselin itu sebetulnya komentar balik yang suka rese. Ada tipe komentator yg merasa dirinya cerdas dan berusaha nonjolin itu dengan mojokin si pembuat status. Tipe-tipe carmuk gitu.

AuL Howler:
LOL,  gue juga sering banget tuh apa-apa dikritik, Bang. Tapi yaa, yang jelek-jelek gak gue anggep, yang membangun bolehlah di ambil,  heheheh.  P.S. ini belum apa-apa loh. Nanti kalo bang nuel udah punya hater pasti bakal lebih parah *soalnya pernah ngalamin* .

chici:
Hihihi, iya juga sih Nuel. Kemarin sempat kejadian juga tuh, gara-gara status di Facebook malah jadi berantem akunya sama temenku *tepukjidat .

Ellious Grinsant:
Jadilah diri sendiri, nggak usah dengerin orang lain. Kita bisa berbuat apapun yang kita suka, ngapain juga dengerin komentar orang lain. yang jalanin hidup ini kita sendiri, bukan orang lain.

Feby Oktarista Andriawan:
Hahaha.. serba salah yak, yah asal itu gak merugikan orang lain, tetep maju bos.. :D 

Aulia DV ♕:
Cuek aja, Kak, orang mau ngomong apa. Anggap aja dia syirik karna baca tulisan yang lo buat. Gue juga sempet noh ada following nyebelin yang selalu ngomentarin tweet orang. Gue sebagai pengguna socmed yang labil, risih dan ngerasa kesindir juga sama kicauan dia. Trus gue unfollow dia, then dia unfollow gue juga, xD.

Ocky Fajzar: 
Sebenernya bisa aja dicuekin. Tapi kalau sampai dikit-dikit dihujat oleh banyak orang, berarti ada yang salah sama diri kita, hehehe. Misalnya mungkin emang gak sesuai sama kehidupan nyata, istilahnya bijak di status doang, di dunia nyata sering nyakitin orang lain, jelas aja orang ngerasa gak sreg. Atau isi tulisan kita terlalu mengganggu orang banyak. Perbaikin niat aja sih sebenernya, kalau emang niatnya baik, gak perlu sakit hati kalau dihujat. Di dunia ini, segala tindakan kita kan gak pernah lepas dari penilaian orang lain. Tetap jadi yang terbaik dari diri sendiri hehehe termasuk dalam berinteraksi di dunia maya.

Huda Tula: 
Kalo didengerin malah jadi gak ngapa-ngapain. Di jejaring sosial orang-orang memang cenderung lebih berani mengungkapkan pikirannya. Jadi otomatis kita pun juga mesti lebih berani menerima komentar negatif itu #jadi sok bijak nih. Pada akhirnya, apa yang dituliskan oleh orang tersebut lebih banyak menggambarkan dirinya sendiri ketimbang orang yang diserangnya. Kalo kata orang bijak sih, teko yang isinya teh, yang keluar juga teh. Kalo isinya kopi, yang keluar juga kopi. Junk in-junk out #halah. 


2 comments:

  1. beberapa orang memilih untuk tidak memiliki akun media sosial apa pun karena emang untuk alasan ketenangan hati

    ReplyDelete
  2. memiliki akun sosial media berarti harus siap dg segala resiko yang akan diterimanya, gitu aja sih :D

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^