Wednesday, June 10, 2015

Tips Menabung yang Kece dari CermatiDotCom








"Bang-bing-bung yok, kita nabung,..."

Masih ingatkah dengan penggalan lirik di atas? Mungkin buat generasi 90-an, lagu itu cukup familier. Tapi aku tak sedang membahas lebih lanjut soal lagu ciptaan Mbok Titiek Puspa tersebut. Apalagi membicarakan soal si Saskia yang dulu aku suka sekali (Wajahnya cute to the maximal). Aku mau membahas soal 'menabung'. 

Kalau membahas soal kata itu, aku jadi teringat kata-kata salah seorang blogger. Dia pernah bilang bahwa menabung itu termasuk salah satu kegiatan yang paling sulit dilakukan prakteknya. Well, he's totally right. Pada dasarnya kita dengan gampangnya berkata bahwa tips menabung paling yahud itu saat kita bisa membedakan mana kebutuhan yang prioritas, mana yang bukan. Yang seperti itu sih, aku sudah tahu dari sejak taman kanak-kanak kali. Terlalu sering dengarnya. Apalagi pada prakteknya susahnya minta ampun.

Menabung itu, menurutku, paling gampang dilakukan jika ada sesuatu (target mungkin) yang kita kejar. Nah, di saat itulah menabung gampang dilakukan. Semisal, aku pengin nonton konser penyanyi mana gitu, walhasil aku perlu menabung biar setidaknya dapat tiket yang regular juga tak apa. Di saat seperti itulah aku merasa sedih menabung gampang dilakukan. 

Oke, mungkin aku tahu jawabannya. Selain tahu prioritas, kita juga harus punya niat dan tekad yang kuat. Insya Allah, menabung itu bukan menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Siapapun, selama punya niat dan tekad yang kuat, pasti bisa memiliki tabungan, entah itu tabungan berupa celengan ayam, bantal di kepala, maupun berupa saldo rekening bank. 

Saldo rekening bank yah? Dulu semasa kecil, benar-benar pengin banget bisa punya rekening bank. Terkesan seperti pebisnis kelas kakap. Apalagi jika diikuti dengan kartu kredit dan ATM. Beli satu Lamborghini (yang mainan), tinggal gesek. Mau punya Paris Hilton (versi boneka Barbie), ndak punya duit, tinggal cari ATM, lalu ambil sebanyak yang dibutuhkan. Dulu seperti itu... khayalan masa kecilku. 

Namun ternyata kenyataannya itu lebih pahit. Jauh lebih getir. Punya tabungan di bank, punya kartu ATM, punya kartu kredit,... heh... segalanya itu bikin pecah kepala. Pakainya sih gampang. Tinggal gesek sana-sini. Gampang. Tapi nanti di akhir bulan, tagihan datang. Yang tadinya senang sekali sehabis menang undian ke planet Mars, langsung lesu darah. 

Itu baru memikirkan tagihan kartu kredit (akibat terlalu sering digunakan), belum lagi tagihan telepon, air, listrik, plus utang gorengan di Mbak Ijah yang bahenol banget yang ada di perempatan komplek. OH TUHAN, INI KAYAK GIMANA NGELUNASIN SEMUANYA??? TALI JEMURAN MANA TALI JEMURAN??? (buat ngejemur yee, jangan mikir yang macem-macem!)

Memang yah, barang-barang tersier seperti itu selalu diikuti dengan tanggung jawab yang besar. Iya, menurutku, barang-barang seperti tabungan, kartu ATM, atau kartu kredit itu masuk ke dalam kategori barang tersier. Selain bukan kebutuhan yang harus dipenuhi layaknya kebutuhan sandang-pangan-papan, untuk memilikinya juga butuh perjuangan ekstra sangat melebihi kebutuhan primer. Mengaku saja kawan, untuk memiliki satu tabungan bank, kalian harus mengumpulkan uang mati-matian kan?! (Ceritanya maksa, Admin-nya memang kadang suka nyebelin, minta digampar bolak-balik!)

Untuk memiliki satu rekening bank, minimal kita harus mengumpulkan uang sebesar lima ratus ribu rupiah untuk saldo awalnya. Berikutnya, minimal tiap bulan itu harus ada pemasukan di rekening. Kalau tidak, apalagi selama setahun, bank akan langsung membekukan rekening kita. Pernah itu kejadian sama aku. Selama setahun, rekeningku menganggur. Alhasil, saat setahun berlalu, mau masukin duit, teller-nya dengan senyum iblis berkata, "Maaf Mas, rekeningnya sudah kami bekukan, sebab tak ada dana masuk selama setahun," Sudah dibekukan, tiap bulannya juga kan harus dipotong untuk biaya administrasi.  

Itu baru rekening bank, lho. Belum untuk kartu ATM dan kartu kredit. Aduuuuuh, pusiiiiiing!!!! 

Ah tapi untungnya aku membuka situs cermati.com. Di situ ada beberapa tips menabung soalnya. Sepertinya tipsnya itu lebih manjur, deh. Berikut ini tipsnya (yang kurangkum dari situsnya).


1. Terkait kebutuhan sandang-pangan-papan, pilihlah yang murah dan nyaman. 
Yah mulai dari cari rumah petak yang terlalu mahal, mencukupkan diri dengan makanan warteg, dan lebih memilih untuk naik kendaraan umum ketimbang menaiki satu volvo keren yang sudah lama dianggurkan di garasi. 


2. Kurangi penggunaan telepon, SMS, hingga internet. 
Kalau tak penting-penting amat, yah sebaiknya jangan telepon. Lebih baik SMS-an atau menunggu ditelepon balik. Internet juga begitu. Lebih baik buka browser untuk yang penting-penting saja. Cek surel, kali saja ada tawaran review dengan bayaran fantastis. 


3. Perbanyak amal. 
Jangan pakai prinsip Paman Gober. Sebaiknya kita sering beramal. Percayalah padaku, Nak, beramal itu banyak untungnya. Selain untuk kepentingan hidup di akhirat nanti, banyak yang bilang semakin kita sering beramal, maka Gusti Allah akan menggantinya dengan rejeki lain yang tak kalah besar dari yang kita keluarkan. 


4. Selalu sisihkan uang untuk ditabung.
Kalau punya uang banyak, jangan dihabiskan. Jangan boros-boros. Ingat selalu bahwa masih ada hari esok. Kalau sekarang sudah dihambur-hamburkan, besok mau makan pakai apa? Mau pakai baju apa? Bayar cicilan rumah itu kepiye tokh, Nduk


5. Jangan malas bikin pembukuan.
Eits, jangan salah, bikin pembukuan itu bukan mutlak kerjanya akuntan publik saja. Siapapun wajib bikin pembukuan. Jadi kita arus masuk dan keluar dari uang kita. 


6. Bicara soal duit, sebaiknya selalu berpikir panjang. 
Itulah gunanya juga menggunakan skala prioritas. Kita harus tahu mana kebutuhan yang harus didahulukan, mana yang bisa ditunda. Jangan semuanya dituruti. Mau kemeja keluaran Dolce & Gabbana, langsung gesek. Mau CD Raisa terbaru, langsung pergi begitu saja ke toko musik. Mau novel terbaru Dee, langsung saja kasih duit ke Mbak Kasir. 

Selain itu, kurangi juga pengeluaran untuk kebiasaan yang kita kira itu buruk, merugikan, dan tak berfaedah sama sekali. Percayalah, itu tak baik. Kasihan dompetmu, kasihan pula dirimu di akhir bulan yang bakal meringkuk di samping jamban. Tak mau kan berakhir di tali gantungan beha? Aku sih mah ogah.  


7. Selalu menggunakan skala prioritas. 
Untuk yang satu ini, sebetulnya sama dengan poin sebelumnya. Namun maksudnya kita harus memperhitungkan beberapa pengeluaran yang wajib dikeluarkan seperti tagihan listrik-air-telepon. Pun harus cermati juga biaya kesehatan. Kita kan tak tahu juga kapan kita sakit. Yah walaupun ada peribahasa yang berkata, "mencegah lebih baik daripada mengobati,"


8. Selalu kreatif dalam berhemat. 
Untuk menjalankannya, kita hanya melakukan sekali penarikan dana di ATM dengan jumlah yang cukup besar. Nantinya, dana yang diambil itu akan ditaruh dalam amplop sebagai anggaran pengeluaran selama sebulan. Sementara uang yang masih ada di ATM adalah tabungan yang tidak bisa disetuh-sentuh, kecuali di kondisi yang sangat terpaksa. Dengan sistem ini, kita akan dipaksa untuk bertahan dengan dana yang ada di amplop hingga tanggal gajian.


9. Jangan pernah suka mengutang (kalau tak perlu dan mendesak).
Berutang memang gampang dilakukan. Tinggal bilang saja ke Mbak Ijah: "Mbak, gue ngutang segepok pisang goreng dulu yak. Ntar bulan depan gue bayar." Namun nanti saat hari-H, klenger sendiri bagaimana untuk membayarnya. Makanya, sebaiknya kalau tak perlu sekali, jangan pernah berutang ke orang lain. 


10. Punya asuransi.
Dengan punya asuransi, hidup kita jadi lebih mudah. Dengan asuransi jiwa, bisa melindungi keluarga dari kehilangan sumber nafkah penghasilan seseorang yang menjadi tumpuan keluarga jika dia meninggal dunia. Sementara lewat asuransi kesehatan, untuk mengatasi risiko keuangan karena sakit. Malah bisa menjadi pengganti nafkah karena pemberi nafkah utama tidak bisa bekerja saat sakit.




Bagaimana? Bagaimana dengan tips-tipsnya? Oh iya, pasti banyak yang penasaran, bukan, soal cermati.com itu?

Jadi, cermati.com adalah perusahaan start-up yang bergerak di bidang teknologi finansial. Cermati didirikan oleh para teknologis dari Silicon Valley dengan tim yang sudah berpengalaman di perusahaan-perusahaan teknologi global terkemuka seperti Google, LinkedIn, Microsoft dan Oracle. Tim Cermati memiliki pengalaman total lebih dari 12 tahun dalam mengerjakan aplikasi dan situs yang digunakan lebih dari ratusan juta pengguna di seluruh dunia.



www.cermati.com 
Grand Slipi Tower
Lantai 42G-42H
Jl. S Parman Kav. 22-24
Jakarta Barat 11480,




"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati"


11 comments:

  1. tips kece hasilnya juga kece pastinya ya sampai menggunung hasilnya

    ReplyDelete
  2. Lengkap ya tipsnya. Cuman prakteknya yang agak susah bang...

    ReplyDelete
  3. Kalau untuk poin yang ke 9 aku belum pernah dan nggak akan pernah belajar menghutang, soalnya nanti kalau belajar menghutang takut jadi kebiasaan kedepannya :)

    ReplyDelete
  4. Bisa dicoba uga nih Tipsnya :D
    kalo yg no.9 klo kepepet gpp yah mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh silakan, tapi resiko tanggung sendiri yah, hahaha

      Delete
  5. Hadiah dari ngontesnya nanti jangan lupa ditabung yah. :D

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^