Wednesday, April 8, 2015

Sedikit Curhat Soal Beberapa Nama Pengguna Blog








Kadang suka jengah tiap mendapatkan komentar seperti di atas tersebut. Bukan, bukan soal isi komentarnya, walaupun kadang suka out of topic (baca: OOT) juga. Hahaha. 

Yang bikin kesal itu pada nama pengunjungnya. Apalagi kalau banyak yang datang. Beuh, serasa dimanfaatkan yah. Serasa ada yang mencoba berbisnis, tapi kita tidak mendapatkan apa-apa (secara nyata). Iya aku tahu. Kadang pengguna-pengguna seperti itulah yang sering memberikan blog kita trafik. Yang bikin blog kita jadi hidup, yah para pengguna dengan nama yang jelas-jelas berbau iklan. Namun terkadang juga, di suatu waktu, di kala situasi dan kondisi yang mencekam (karena Lord Voldemort bangkit lagi), aku pun ingin juga bisa memanfaatkan situasi seperti ini (baca: situasi bisa memanfaatkan para pengguna dengan misi terselubung). 

Omong-omong, kalian semua--terlebih para oportunis dengan nama eksentrik--sudah tahu kan, blog ini menyediakan jasa beriklan. Sudah lihat, dong, di sisi kanan, atas, dan bawah? Ada banner 'place your ads' kan? Nah itu, aku blogging seperti ini bukan sekadar blogging saja. Aku blogging bukan semata hobi, mencurahkan isi hati, memuaskan hasrat menulis, atau apalah itu. Aku juga cari duit, kakak/om/adik/kakek/agan/mbak/mas/teteh/dll/dsb ! AKU CARI DUIT!!! (* Maaf capslock jebol saking kesalnya didatangi pengguna-pengguna seperti itu). 

Jadi, kalau mau beriklan, daripada terpaksa harus membubuhkan komentar (yang seringkali OOT), kenapa tidak lebih baik pasang banner saja? Atau segera hubungi aku untuk minta di-review produknya. Selengkapnya bisa dibaca di page: How to adverse here.

Atau kalau malas bukanya, begini aku jelaskan sedikit. Intinya aku juga cari duit di blog ini. Yang mana itu, yang mau pasang banner, aku kenakan biaya Rp 100.000 / bulan / banner. Mahal? I don't think so. Harga segitu sih tak terlalu mahal yah. Apalagi trafik blog ini juga cukup tinggi kok. Aku juga masih aktif di beberapa grup blogger. Aku masih suka blogwalking juga. Aku punya beberapa akun media sosial juga. Ada Facebook, LinkedIn, atau Instagram. Jadi, kurasa, tak akan sia-sia memasang banner iklan di sini. 

Untuk review, biaya sekali review itu Rp 100.000, yang mana satu postingan itu  terdiri dari 700 kata. Masih mahal? Aku juga merasa tidak. Harga segitu masih wajar. Apalagi biaya hidup juga makin mahal, bukan? 

Aku memang kurang begitu paham soal Alexa atau Page Rank. Aku akui hal tersebut. Tapi aku rasa, trafik blog ini juga tak mengecewakan. Bahkan dalam dua tahun terakhir ini, pernah trafiknya itu di antara 700-800 pageview. Sekarang saja trafik blog ini masih berada di range 400-500. Jadi aku rasa, tak terlalu mengecewakan para pengiklan-lah. 

Last but not least, aku mohon, lebih baik pasang banner saja di blog ini, Yuk belajar menghargai karya atau pekerjaan orang lain dengan cara sepantasnya. Dan dengan memasang banner atau minta di-review, kan kita sama-sama enak. Kalian enak karena produk atau usahanya bisa diperkenalkan secara lebih luas, aku pun sama. Aku tak merasa dimanfaatkan; malah bisa meraup untung secara finansial (dan bisa jadi moodbooster untukku untu terus menulis dan berkarya). Bukankah simbiosis mutualisme itu jauh lebih baik, saudara-saudara? *kedap-kedip* *pasang tampang Pussy in the boot yang ada di Shrek*




"Orang Indonesia juga kurang bisa menghargai. Baik itu karya, maupun pendapat." - Alvi Syahrin, author dari novel "Dilema".