Friday, April 24, 2015

Sederet Meme Keren






Anyway, yang di atas itu disebutnya apa? Meme-kah? Kalau iya, pada kesempatan kali ini, aku mau membagikan beberapa meme yang kudapatkan dari beberapa media sosial dan messenger seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, hingga BBM dan Line. 

Berikut kulampirkan beserta sedikit cerita mengapa aku menyimpannya dalam smartphone kesayanganku. So, check them out, guys!






1. Ini benar sekali. Aku cukup sering mengalaminya. Memang penyesalan itu sangat mengerikan dan kenapa juga harus selalu datang di akhir? Apa Tuhan sedang ingin menyampaikan sesuatu bahwa sudah sepatutnya kita selalu pikirkan masak-masak segala hal yang akan kita lakukan?






2. Yang ini juga cukup sering mengalaminya--dengan beberapa orang. Dalam persahabatan itu yang terpenting adalah sikap saling peduli dan memahami. 






3. Rasanya sakit saat kita bersama seseorang dan itu bikin kita jadi bad mood. Jauh lebih baik sendiri saja, terutama dalam keadaan bad mood.






4. Aku rasa, ini impian tiap orang. Sementara yang terakhir itu impian tiap wanita. Hahaha. 










5. Wujud asli seseorang baru bisa diketahui saat ada masalah. Lihat saja, setelah masalah selesai, yang bersangkutan akan tetap ada atau malah menghilang dari kehidupan kita?





6. Seiring bertambahnya usia, makin sadar bahwa kata-kata itu memang benar. Manusia itu memang unik. 






7. Sedikit berbau religius. Makna dari komik di atas ialah... yah seperti itulah perjalanan hidup manusia dari awal tercipta sampai mengembuskan napas terakhir. Tuhan tengah menunggui kita sambil menyiapkan sesuatu yang istimewa. 






8. Agak sarkastik, tapi lagi-lagi ini benar. Saking lupanya menikmati, kita suka lupa bersyukur. 






9. Kesemuanya itu priceless. Maka dari itu, yuk belajar menghargai kesemuanya itu!








10. Terkadang aku pun merasa seperti yang dikatakan oleh Carl Jung tersebut. 






11. Saat melihat kedua orangtua, saat itulah aku merasa kata-kata dalam meme ini benar adanya. 






12. Ketiga jenis orang itu sudah aku temui. Baik itu yang menolong di waktu sulit, yang pergi saat aku kesusahan, dan yang malah meletakkan aku dalam kesulitan. 






13. Yang ini juga cukup sering kualami. Saat tengah intens-intensnya memberikan perhatian pada seseorang, ada ratusan orang di belakangku yang jauh lebih memedulikan diriku daripada orang tersebut. Omong-omong, ini tidak melulu soal cinta yah. 






14. Tiap orang yang masuk ke dalam kehidupan kita itu selalu memiliki kegunaan tersendiri. Trust me, it works inside my life. 






15. Agak nyeleneh sih. Tapi ada benarnya juga. Seringkali yang bikin menambah tekanan pada hidup itu karena kita terlalu banyak melakukan hal-hal tak penting. 




  

16. INDEED! Tahun 2013, pernah mengalaminya juga langsung. Selain itu, suka sering melihat juga beberapa contoh ritual pernikahan di negeri ini yang kebanyakan hanya buang-buang uang, waktu, dan tenaga. Oh please, make it simple!






17. Kita sering tak sadar bahwa sebetulnya Tuhan sudah menanggung sebagian dari masalah yang kita alami. 






18. Apapun yang kita rencanakan itu memang seringkali tak ada hubungan dengan ilmu yang kita dapatkan di bangku sekolah atau kuliah. Jadi jangan takut kalau kita merasa salah jurusan. Banyak, kok, orang-orang yang sukses di suatu bidang tapi memiliki latar belakang pendidikan yang beda jauh dari bidang yang tengah digelutinya sekarang.






19. Satu kata: INDEED! Hidup hanya sekali. Jadi lakukanlah segala sesuatu sesuai kata hati. 






20. Memang kalau kita mengikuti idealisme belaka, butuh perjuangan lebih dan memakan waktu lama. Tapi itu layak, kok. Lebih baik membiarkan orang lain yang melihat sinar dalam diri kita daripada kita harus merendahkan diri kita sendiri. Arogan? I don't think so.








21. Sering sekali mengalami saat tengah mencurahkan isi hati ke beberapa orang. Sakit, lho, saat mendapatkan saran-saran yang malah sebetulnya orang itu tak dapat memahami sama sekali. Dalam hal ini, cari teman curhat itu luar biasa sulitnya. 






22. Lagi-lagi sering mengalaminya. Aku sering mengalami kondisi di mana aku menyukai seseorang, tapi kemudian sadar, orang itu 'keliru'. Entah itu beda keyakinan, sudah memiliki kekasih, dan berbagai alasan lainnya. Sakit? Jelas!










23. Baca yang ini, seringkali aku cengar-cengir sendiri--sambil berkata, "Aku jenius!" Hahaha. Sebabnya, aku itu memiliki semua karakteristik itu. Serius, ndak bohong deh, Kakak! :p























24. Hal inilah fenomena yang terjadi di media sosial. Hanya bisa menulis 'semoga berhasil', good luck', 'semoga laris', dan kata-kata lainnya yang seharusnya bisa digantikan dengan sebuah aksi nyata. Bukankah kata-kata itu akan terasa lebih istimewa lagi jika diikutsertakan dengan aksi nyata? Minimal kalau belum bisa membantu, lebih baik jujur saja bilang kenapa tidak bisa.








25. Buat yang mau bekerja di dunia seni atau industri kreatif, boleh nih dibaca sepuluh titah ini. Hahaha. Semuanya benar adanya. Dan aku pun sering mengalami. 





D O N E

Selesai juga di-post di Immanuel's Notes. Daripada hanya menganggur di folder ponsel atau laptop, jauh lebih baik dibagikan ke rekan-rekan blogger atau netter sekalian. Yang mau save as, silakan atuh, tak usah sungkan-sungkan. Nanti kalau ada meme-meme bagus-bagus lagi, bakal ku-share lagi, kok. See ya!

^_^

7 comments:

  1. yang penting jangan galau deh ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku ga galau kok. Sumpah, seriusan! :p

      Delete
  2. meme basa inggriss....mmmm #ngacir cari kamus
    kalok di Basa Indonesiain bakal menjadi-jadi ya tulisannyahh...kadang nda punya batasan juga....
    yang aku heran, yang dijadiin meme (klo di Indo) bakal tesinggung ga yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh banyak kok meme buatan orang Indonesia... Coba cek 1cak.com

      Delete
  3. tertegun sama meme yang di atas awan itu.

    ReplyDelete
  4. aku terlalu terburu-buru baca judulnya nuel, gak tahunya meme toh

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^