Saturday, November 2, 2013

(Mungkin) Tiga Hal yang Tak Seharusnya Kamu Tanyakan



Ada seorang selebritas yang menarik perhatianku. Dia mantan artis cilik. Mantan penyanyi cilik juga. Kalau dengar alunan lagu ini: "...diobok-obok airnya diobok-obok...", semua anak generasi 90-an pasti tahu. Namanya Joshua Suherman. Jujur saja, dari twit yang pernah ia buat dua tahun silam, aku merasa orangnya cukup dewasa; jauh lebih dewasa dari umurnya. Jauh berbeda dariku ini yang masih berpikiran kekanak-kanakan. -_-

Berikut salah satu twit @jojosuherman yang masih kuingat sekali.... inti sarinya saja, lho. Soalnya twit yang pastinya juga agak lupa-lupa ingat. :P

Ada tiga pertanyaan yang nggak boleh kita tanyakan:
1. Kamu orang apa/mana sih? (baca: suku atau ras)
2. Kamu agama/keyakinannya apa sih?
3. Kamu kaya atau miskin sih?

Untuk poin satu atau dua, seringkali aku jengkel sama beberapa orang yang masih hobi tanya-tanya soal suku atau agama seseorang. Terus kalau tahu aku Batak, kenapa? Takutkah bakal kumutilasi, terus dimakan? Lantas kalau aku Kristen kenapa? Mau ejek aku karena punya juruselamat 'anak haram'? Yah tapi aku tahu, aku hidup di negara bernama Indonesia. Harus siap diberondong pertanyaan-pertanyaan seperti itu (Itu juga menjadi pemicu untukku juga menanyakan hal yang sama). Lagipula ini Indonesia, bukan Jepang yang masa bodoh soal agama. Di negara yang katanya menjunjung tinggi Pancasila dan menghargai multikultural itu, pertanyaan soal suku dan agama, entah kenapa menjadi pertanyaan yang maklum adanya. It's not big deal, even we often meet either race or religion conflict. Strange? This is my Indonesia, friend. In my country, question about race/tribe and religion is usual question. So don't make your face messy if you hear: "Hey, dude, what's your religion?" or "Hey bro, what's your tribe/race?" Therefore, those are very usual question in Indonesia.

Untuk yang terakhir, untuk detik ini, belum pernah dengar ada pertanyaan tersebut. Tapi cukup terganggu dengan pertanyaan, "Kamu kerja apa/dimana?". Kalau ditanya, "Kamu sibuk apa?" masih lumayan sih, dengan syarat no meddling after all. Eh tapi, mungkin pertanyaan ketiga itu tersembunyi dalam pertanyaan-pertanyaan seperti: "Kerjanya dimana?" atau "Gajinya berapa?"

At last, if you know what he/she believe or what tribe does he/she come from, you had better check outward performance of him/her. Or you just wait for the time he/she confess about religion or tribe. And please, dont give him/her the three questions. It's annoying indeed, you know. :D

10 comments:

  1. Soal pertanyaan pertama, saya ngaku kadang2 tanya ke orang lain... bukan bermaksud merendahkan suku lain, tapi biar saya lebih enak bercakap cakap sama orang tsb, apa panggilannya koko/cece, kakak, cak, kang, mbak, atau bang. Puji TUHAN pertanyaan saya gak pernah dianggap negatif bang Nuel

    nah karena bang Nuel minta ditanyai "lagi sibuk apa" ya sudah saya tanya : Bang Nuel Sibuk apa? perasaan kok saya (dan blogger lain) komennya jarang banget dibales :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya bukan negatif juga sih, tapi kok jadi serasa nggak sopan gitu yah? Hehehe.... Sibuk? Masih sibuk2 nulis, bro.... Di awal tahun, sibuk nulis cerpen2, novel2, hingga menjelang akhir tahun, sibuk cari cara gimana supaya survive jadi penulis... Hehehe... Iya, akhir2 emang lagi emoh balesin komen... Bukannya sombong atau apa, tapi kok kayaknya komentar2 yang masuk kalau memang nggak perlu dibales, yah nggak usah dibales.... Plus takut juga jadi malah terbawa suasana ke debat yang nggak guna dan malah bikin pusing otak... Hehehe...

      Delete
  2. pertanyaan yg pertama gak terlalu buruk juga kok gan. soalnya kata2 itu malah ampuh buat basa-basi dengan orang yang baru kita kenal, tapi tentunya dengan cara penyampaian yang sopan juga.

    mantap artikelnya, keep blogging gan :)

    ReplyDelete
  3. mustinya ada satu lagi pertanyaan yang ga boleh ditanyain: Kapan Kawin?

    ReplyDelete
  4. Wah, tiap ketemu teman lama, saya pasti ditanya, kerja di mana, hehe.... Sepertinya itu adalah pertanyaan standar setiap kali bertemu dengan orang yang sudah lama nggak berjumpa :D

    ReplyDelete
  5. Tak kenal maka tak sayang. Menurut gua ga ada salahnya nanya ketiga hal di atas, selama kita nanyanya juga dengan sopan, menggunakan pilihan bahasa yg lebih halus daripada yg lu tulis di atas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Angguk2...

      Berarti intinya tergantung cara bawainnya aja yah? Tema yang tabu, kalau bisaa dibawakan secara halus, kenapa nggak? :)

      Delete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^