Wednesday, November 27, 2013

"Captain Tsubasa" yang Berlebihan Tapi Menginspirasi


Awal era 2000-an, pasti penikmat manga tak asing dengan manga yang satu ini. Manga olahraga yang cukup melegenda. Saking melegendanya, pesepakbola Spanyol bernama Fernando Torres mengidolakannya. Kalau tak salah ingat, pernah baca, manga ini menginspirasi sepakbola Jepang - sehingga bisa berkembang seperti ini. Sekarang ini, pesepakbola Jepang sudah mulai dilirik klub-klub besar Eropa. Ada Shinji Kagawa di Manchester United; atau Yuto Nagatomo di Internazionale Milan serta Keisuke Honda yang bermain di Liga Rusia. Gila yah, sebuah manga bisa punya pengaruh luar biasa seperti itu?! Bahkan yang teranyar, timnas Jepang bisa mengimbangi permainan timnas Belanda. Padahal manga-manga bertema sepakbola lainnya seperti The Kicker atau Offside tak memiliki pengaruh sekuat Captain Tsubasa yang bahkan terkenal hingga ke Amerika Latin.... katanya.



Dan manga itu berjudul "Captain Tsubasa", dimana itu menceritakan mengenai kisah hidup seorang anak kecil yang gila bola bernama Tsubasa Ozora. Awal mula cerita, Tsubasa bersama ibunya pindah ke Nankatsu; ayahnya itu seorang pelaut. Karena hobinya menggocek bola, ia dapat berteman dengan beberapa anak di kota kecil tersebut. Salah dua itunya, Ryo Ishizaki - kelak jadi pesepakbola pro bareng dia, dan Sanae Nakazawa alias Anego yang kelak menjadi istrinya. Selain itu, di awal kepindahannya itu, ia berkonfrontasi dengan Genzou Wakabayashi, dkk dari SD Shoutetsusho - yang sudah lama menjadi momok untuk tim SD Nankatsu. Karena Tsubasa pula-lah, tim SD Nankatsu tak lagi dianggap remeh; bahkan malah bersahabat dengan anak-anak SD Shoutetsusho.

Dari persaingan sengit dengan Genzou itulah, Tsubasa bisa bermain di turnamen sepakbola antar wilayah dan bertemu dengan jagoan-jagoan muda. Ada Kojiru Hyuga, Jun Mitsugi,  Hikaru Matsuyama, hingga Kiper Karate bernama Ken Wakashimazu. Mereka jua-lah yang bakal jadi rekan setim Tsubasa di tim junior Jepang. Tak hanya tim junior, namun berlanjut hingga tim U-20 (baca: under twenty). Berkat pertemanan masa kecil, Tsubasa dan lainnya bisa menjuarai World Youth.



Manga bertema sepakbola ini sudah lama rilis. Rilis kali pertama pada Juli 1989. Sayangnya, di Indonesia itu baru tiba pada periode 2000-an. Berterimakasihlah pada TV7, sehingga kita semua bisa mengenal tokoh heroik tersebut. Manga ini memiliki seri yang lumayan banyak. Ada enam seri, dimana dua seri itu sudah beredar di toko-toko buku Indonesia, yaitu yang "World Youth" dan "Road to 2002". Untuk anime-nya sendiri, sudah dua versi yang tayang.

Manga Captain Tsubasa itu memang hanya dua seri yang bisa ditemukan di toko buku-toko buku Indonesia. Tapi secara online, manga-nya itu bisa kita temukan seri-seri lainnya. Salah satunya itu, Captain Tsubasa En La Liga. Itu menceritakan pertemuan Tsubasa Ozora yang kali keduanya dengan Natureza, pesepakbola muda asal Brazil. Pertemuan itu juga mengawali petualangan berikutnya di Olimpiade Madrid.

Bicara soal manga ini, sebetulnya secara moral bagus. Manga ini mengajarkan pada kita, mimpi apapun bisa kita wujudkan selama kita mau mewujudkannya; tak ada aral yang bisa menghalangi. Namun manga ini punya nilai minus, sehingga aku hanya berani kasih rating 7,5. Mengapa? Sebab manga ini terlalu berlebihan. Masakan ada seorang anak remaja yang memiliki tendangan mematikan seperti Kojiru Hyuga dengan tendangan Raiju-nya? Penamaan beberapa tendangan juga membuat manga ini lebih mirip seperti manga bela diri seperti Kungfu Boy. Bisa kita lihat, ada nama-nama tendangan seperti Drive Shoot, Hayabusa Shoot, Raiju Shoot, dan masih banyak lainnya.

Kelemahan lainnya, manga ini narsis. Tokoh utamanya, Tsubasa Ozora terlalu digambarkan seperti superhero. Selama membaca manga ini, belum pernah menyaksikan tim yang Tsubasa terlibat itu kalah. Entah bagaimana caranya, mereka selalu bisa menang. Juga terlalu fanatik ke Jepang. Padahal ingin sekali saja melihat tim Tsubasa Ozora itu kalah. Lalu diceritakan bagaimana cara Tsubasa menyikapi kekalahan. Selanjutnya, manga ini terlalu berlebihan dalam menceritakan kisah Tsubasa Ozora dalam satu pertandingan. Kadang satu pertandingan membutuhkan 2-3 volume. Asal kalian tahu, pertandingan Tsubasa Ozora (bersama Barcelona) melawan Natureza (bersama Real Madrid) itu menghabiskan lima volume di seri "Road to 2002". Manga-nya memang bertema sepakbola, tapi haruskah menghabiskan lima volume? Terlalu drama kadang membosankan.




Hmm.. tapi ada nilai plus lainnya dari manga sepakbola ini. Seringkali manga ini dibumbui oleh humor yang cukup jenaka. Salah satunya, aksi konyol pesepakbola bernama Shingo Aoi. Terus masih ada si Ryo Ishizaki yang mata keranjang dan jahil. Ada juga kejadian konyol di awal pertemuan Tsubasa dengan Anego. Tapi walau ada humornya, jangan harap ada fans service-nya yah. Sebab, nyaris belum pernah menemukan segala sesuatu yang sifatnya fans service. Gambar wanitanya malah sengaja dibikin tak terlalu menarik.

Akhir kata, karena manga ini agak bersifat hiperbolis, sebaiknya tidak dibaca oleh anak-anak berusia 12 tahun ke bawah. Cukup banyak juga gambar-gambar atau cerita yang tak layak dilihat anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Ah, menuliskan ini, jadi bikin teringat masa-masa masih SMP-SMA dulu. This manga is really memorable indeed. Guratan-guratannya juga tak kebanyakan manga lainnya. Juga kalau penikmatnya sejati, manga ini juga mengajarkan soal pengetahuan dan sejarah sepakbola. Beberapa nama tokoh-tokoh sepakbola ternama sering diplesetkan. Contoh, Rivaldo diplesetkan menjadi Rivaul.

Untuk mengenang manga ini, bisa buka:
mangacan blog
manga reader
manga fox
any manga