Friday, October 4, 2013

A Bunch of My Dream Jobs







Cita-citaku.... aku dulu punya banyak cita-cita. Dulu waktu kelas 1-3 SD, aku pernah bercita-cita jadi tentara dan pilot. Pengin jadi tentara, karena.... entahlah, kayaknya gagah aja gitu, pakai seragam loreng-loreng sambil menenteng AK47 atau bazooka. Kalau pilot sih, itu gara-gara habis pulang dari kampung halaman yang kebetulan pakai pesawat. Kebetulan beli suvenir berupa mainan pesawat-pesawatan, dan jadi terobsesi dengan dunia perpesawatan.


DRAP! DRAP! DRAP! I think, i'm gonna be so manly, the way i wear the uniform. And then, the women will like me.
Isn't it exciting, when we're in the cabin and steering the plane?



Sayangnya, itu semua harus pupus saat kelas 4 SD. Soalnya aku mulai berkacamata. Jadi tentara dan pilot kan nggak boleh berkacamata, apalagi bodi ini juga kelebihan deh untuk melamar jadi tentara atau pilot. Sedih sih, tapi hidup harus terus berjalan, sehingga cita-citaku berubah lagi. Tiba-tiba saja aku ingin jadi profesor. Dulu waktu kecil, aku nggak tahu profesor itu nama gelar, bukan profesi. Tahunya, yang namanya profesor itu... yah kayak di majalah Donal Bebek. Kayak si tokoh Ludwig itu atau si Lang Ling Lung, yang kerjaannya di lab sambil bereksperimen dengan reramuan tokcer atau bikin penemuan-penemuan aneh. Itu gambaran profesor di mataku kala itu. Konyol yah? :D


Lang Ling Lung atau Gyro Gearlose



Selain itu, pernah juga terlintas mau jadi seiyuu. Itu lho dubber, pengisi suara. Itu gara-gara baca credit-nya Doraemon. Kayaknya asyik aja gitu, kerja mengisi suara itu. Apalagi sampai sekarang tiap baca komik,aku selalu baca dialog, seolah-olah lagi mengisi suara tokohnya. Kacau yah?






Pernah juga bercita-cita jadi pembuat game atau video game, karena lihat artikel soal pembuatan sebuah game di majalah Bobo. Dasar anak kecil! Ketertarikan selalu berubah, tiap melihat sesuatu yang lebih menarik. Ada cewek yang lebih cakep sedikit, sudah berpindah hati. Eh kok jadi salah fokus yah? -_-



Complicated, but i'm really interested in the job.



Hingga waktu SMA, semuanya menjadi jelas. Sepertinya aku mulai tahu apa passion aku itu dari masa ini. Sejak baca majalah Intisari (Itu sekitar 2005), dan waktu itu baca biografi Mas Jujur Prananto, script-writer di film legendaris, Ada Apa Dengan Cinta, aku ingin sekali jadi penulis skenario. Awalnya berhasrat sekali masuk Institut Kesenian Jakarta. Sayangnya, hasrat itu kalah dengan sikap respek pada orangtua. Jadilah aku masuk fakultas hukum Atmajaya; padahal sama sekali tak berminat dengan dunia hukum, dan hingga kini, masih belum sepenuhnya paham dengan dunia hukum.

Waktu aku lulus SMA 2007 silam, tanpa sengaja menemukan buku si penulis dodol. Kubeli, dan itulah yang jadi pendorongku untuk bikin blog juga dan jadi amat menggemari dunia tulis-menulis. Merasa nyaman sekali saat ada keyboard atau pulpen dan buku tulis berada di dekatku. Dan pada saat menang notebook di tahun 2010-nya, aku serasa terpanggil untuk jadi penulis. Apalagi saat bulan Juni silam, naskahku diterima di salah satu penerbit (dan masih masuk waiting list), aku merasa... jalan hidupku, yah jadi penulis.

Soal cita-citaku itu semua, aku percaya bisa menggapainya semua. Walau tak berkecimpung langsung, mungkin aku bakal bersinggungan dengan dunia-dunia militer, perpesawatan, pengisian suara, atau pembuatan video games. Mungkin aku bakal bikin cerita soal militer, bikin biografi seorang pilot, kesampaian menulis skenario, hingga diajak untuk mengisi suara di salah satu film animasi. We will never be discovering what the future in front of us, right?

I believe, i will have able to reach (or, at least, touch) the dreams. And i'm on those. Amen.






PS: Ini sebetulnya remake dari postingan bernada serupa yang sempat tak sengaja terhapus. Dulu pernah bikin juga, dan sebagai balasan untuk postingan sejenis yang dibikin TK. :D