Thursday, August 29, 2013

Ten Most Memorable of Sinetron


Sinetron, oh sinetron. Malang nian nasibmu, Nak?! Selalu saja jadi bahan olok-olok di negeri sendiri. Kebanyakan, selain alur yang katanya tak logis, yang diserang itu adalah teknik pembuatannya. Pertama, sistem pengisian suara (Dubbing). Itu, lho, yang suara dalam hati diperdengarkan. Kalau dalam bahasa film-nya, voice over. Padahal tak hanya sinetron yang menggunakannya. Dorama dan film Korea juga menggunakannya. Film Hollywood juga. Perlu bukti? Tonton deh "When Romance Meets Destiny" (Film Korea); "Saba Doll" (Dorama Jepang) yang banyak juga zoom in-zoom out; atau "Cruel Intentions" (Film Hollywood). Krunya juga menggunakan sistem voice over untuk memperdengarkan suara hati pada penonton.

Kedua, soal usia. Jujur sih, aku suka merasa aneh lihat remaja memerankan tokoh usia 25 tahun; atau kebalikannya, pemuda 25 tahun memerankan anak SMA. Tapi kalau dipikir-pikir, sering juga melihat orang-orang yang antara wajah dan usia tak sinkron. Di mata kita, orang itu terlihat tua; eh nyatanya masih usia 17 tahun. Ini serius, beneran ada.

Ketiga, soal ketidak-logisan alur cerita. Tahukah kalian, sebetulnya hidup ini seringkali berjalan tak logis. Irasional. Dan sinetron hanya mempertunjukan kembali ketidak-logisan tersebut.

Dan....  aku tak berniat menganalisis lebih lanjut, apalagi membela, perihal tudingan-tudingan miring terhadap sinetron. Yang ku mau bahas itu.....sepuluh sinetron yang paling berkesan - versiku. Inilah dia:






1. Tuyul dan Mbak Yul
Ceritanya itu, ada tuyul namanya Ucil yang sudah insyaf. Tapi segenap penghuni Dunia Pertuyulan tak suka. Makanya, Raja Tuyul menjebloskannya ke penjara. Si Ucil berhasil kabur dan tinggal bersama manusia bernama Yuli. Ucil kira, dengan tinggal bersama manusia, dirinya sudah aman. Padahal algojo-algojo dari dunianya sedang mencarinya. Yah itulah kenapa episode per episodenya itu selalu menceritakan Ucil yang dikejar dua algojo tuyul yang selalu gagal maning, gagal maning. Sinetron ini cukup menghibur sekali dan bisa melepaskan penat dari urusan duniawi selama sementara.










2. Jin dan Jun
Seorang anak SMA bernama Jun menemukan toples yang di dalamnya ada Jin berpakaian ala cerita 1001 malam.Yang paling disuka dari sinetron ini itu... logat dan dialek si Om Jin yang lucu dan berkesan. Walau efek spesialnya juga terkesan main-main, sinetron ini terbilang lumayan dengan dialog-dialognya yang mencerminkan situasi sehari-hari dan lumayan lucu.












3. Jinny Oh Jinny
Kisah seorang karyawan sebuah perusahan yang ditugaskan mencari mutiara, eh tahunya malah menemukan sebuah kerang raksasa yang di dalamnya terdapat jin wanita yang cantik. Yang berkesan dari sinetron ini tokoh jin wanitanya yang bernama Jinny. Si Jinny suka dengan Bagus, majikannya yang menemukan kerangnya. Sampai-sampai tiap kali Bagas dekat dengan salah seorang perempuan manusia, Jinny selalu cemburu. Terus ada pula tokoh Pak Baroto yang mata keranjang.










4. Gerhana
Tentang seorang mahasiswa bernama Gerhana yang dilahirkan pada saat gerhana. Alhasil Gerhana punya kekuatan, dimana tiap kali memelototi sesuatu sembari kepalanya digoyangkan, bakal terjadi sesuatu. Itu cerita awalnya, kemudian ceritanya agak melenceng dan jadi kompleks sekali ceritanya. Tapi tetap seru, kok. Dan berkesan. Yang berkesan itu, tokoh Peggy dengan tutur: "Pusiiiiing..." - nya dan tokoh Poltak dengan logat Batak yang cenderung dipaksakan. Masih ingat sekali waktu kata 'pening' diucapkan.Dan, baik si Poltak dan Peggy ini sama-sama mengalami sindrom cinta bertepuk sebelah tangan.










5. Anak Ajaib
Sinetron ini tentang seorang profesor dan anak perempuannya yang dirundung duka karena ditinggal pergi seorang anak dan adik. Dengan kejeniusannya, dia menciptakan sebuah robot yang berwajah mirip dengan anaknya yang telah meninggal tersebut. Ada-ada saja yang dilakukan si robot tersebut dalam kehidupan si profesor duda itu. Selain kejenakaan si robot yang diperankan oleh Joshua, ada juga tokoh Untung yang selalu menyebut profesor itu dengan nada kocak: "Pak Bernard Pak...."










6. Panji Manusia Milenium
Panji dan rekannya di panti asuhan mengunjungi rumah tua, lalu menemukan sebuah peti yang nanti mengantarkannya menjadi Panji Manusia Milenium, superhero yang sengit melawan musuh dari angkasa luar. Yah memang sih, kesannya cerita sinetron ini terlalu terpengaruh dengan tokoh-tokoh superhero di negeri Paman Sam. Ada yang bilang tokoh Panji itu mirip Batman. Tapi coba deh, syukuri. Setidaknya orang kreatif di negeri ini pernah bikin sinetron fiksi (Mungkin juga sci-fi). Berapa banyak sih sinetron dengan genre seperti ini? 










7. Kepompong
Menceritakan mengenai lima remaja SMA yang katanya lahir bersamaan pada tanggal, bulan, dan tahun yang sama. Adalah Chacha, Indra, Tasya, Bebi, dan Helen, nama remaja tersebut yang kebetulannya pula tinggal di kawasan yang sama dan bersekolah di tempat yang sama. Itu awalnya, sebelum Indra pindah sekolah karena tinggal kelas. Namun persahabatan tetap terjaga. Oh yah, ceritanya ini benar-benar teenlit dan penggambaran tokohnya juga unik. Ada Chacha yang tomboy dan judes; Indra yang kreatif dan suka masak; Tasya yang introvert sekali; Bebi yang kecentilan; dan terakhir, Helen yang kutu buku. Saking kutu bukunya, Helen selalu berucap, "Menurut buku yang gue baca,..." Agak berlebihan sih mengeksplorasinya. Tapi itulah yang membuat sinetron ini jadi kuat dan berkesan.









8. Mini
Ini sinetron dengan durasi tersingkat dan genre fiksi lainnya. Kisahnya itu menceritakan soal Mini, penyihir dari planet lain yang dibuang ke Bumi, karena perbuatannya. Dia juga dikutuk menjadi sebuah boneka yang akan pulih kutukannya kalau ada  seorang cowok jelek dan bodoh yang mencium. Tapi setiap tertidur dia akan kembali menjadi boneka kecil. Sayang durasinya hanya sebentar (Mungkin karena ratingnya jelek), padahal ceritanya lumayan berbeda dengan sinetron lainnya. Yang membekas dari sinetron ini, tokoh Mini yang selalu menyebut Duta, mahasiswa yang menemukannya dengan sebutan "Juragan" (Mungkin salah satu krunya ada yang kaskuser kali :P) . Walau penyihir, Mini ini bodoh sekali. Ia selalu salah menangkap perintah orang yang memintanya menyihir.









9. Putih Abu-Abu
Bercerita mengenai seorang remaja perempuan bernama Karenina Kelana yang jadi yatim piatu karena ditinggal pergi kedua orangtuanya. Karena itulah, dia tinggal di rumah sahabat ayahnya bernama Taufik. Awalnya kehadirannya di rumah Om Taufik kurang disenangi oleh istri dan kedua anak kandungnya, Kelvin dan Viola. Namun seiring berjalannya waktu, Kelvin jadi jatuh cinta dengannya dan Viola jadi menaruh simpati. Secara penggambaran tokoh, cerita ini kuat dan lumayan catchy. Meskipun hiperbolis, sinetron ini cukup menggambarkan realita yang sesungguhnya. Sinetron inilah yang jadi pencetus kata-kata: "Ciyus?", "Miapa", "Ewh", atau "Ish".








10. (......)
Yuk sebutkan satu sinetron yang menurut kalian paling memorable! :D

7 comments:

  1. Tersanjung!!

    Saking banyaknya tuh season sampe jadi terkenal bgt.
    Cikal bakal Cinta Fitri kayaknya. Kekekeke

    ReplyDelete
  2. Saras 008 keren tuh...
    :)

    Warkop DKI... juga asiiik....

    ReplyDelete
  3. keluarga cemara :) gak ada yang bertema keluarga kayanya di list ya?

    ReplyDelete
  4. tersanjung. sinetron pertama yg gue tau serinya banyak banget

    sama noktah merah perkawinan yg dulu orang rumah sering tonton

    ReplyDelete
  5. Sinetron putih abu-abu dan kepompong adalah sinetron favorit ku.Namun sayangnya sekarang sudah tamat sinetron nya

    ReplyDelete
  6. bahahha.. anak 90an banget!! jaman dulu karna stasiun tipi masi dikit, jadi tonton semua orang dari anak kecil sampe orang gede tuh sama yah.. kangen banget sama masa2 itu..

    saras 008, tersanjung, keluarga cemara juga tontonan yang selalu ditunggu2 buat ditontong bareng keluarga :')

    ReplyDelete
  7. Dulu aku seneng banget nonton sinetron Inikah Rasanya. Bintangnya Alysia Soebandono, hehe.... :D

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^