Monday, August 19, 2013

Pengaruh Globalisasi


Globalisasi dapat berdampak positif maupun negatif. Tapi untuk di Indonesia, sepertinya lebih banyak dampak negatif yang terasa. Dalam bidang ekonomi, globalisasi membawa angin segar. Lewat globalisasi, setidaknya perusahaan-perusahaan asing dapat masuk tanpa melalu birokrasi yang berbelit-belit (What the hell are you talking about, dude?). Sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada. Walaupun kita tahu sendiri (Lu aja kaleee, gue nggak), tenaga kerja di Indonesia kebanyakan adalah yang terlatih - trained labour (Termasuk bencong slebor yah?). Atau dengan kata lain, merupakan pekerja kasar dan orang-orang kecil. Sehingga orang-orang itu sudah pasti menganggur. Karena kebanyakan perusahaan asing membutuhkan orang yang mempunyai skill - terdidik.


Persaingan di dunia kerja akan semakin ketat dan mulai berlaku hukum rimba. Bagi yang tidak dapat bersaing, maka mereka akan menganggur. Pengangguran meningkat, kriminalitas juga ikut meningkat. Saingannya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga orang-orang asing yang datang ke Indonesia.


Tapi kalau dilihat dari sisi positifnya, jumlah lapangan kerjanya juga meningkat. Sehingga orang semakin mudah dalam melamar pekerjaan. Itu semua juga tergantung kepada pribadi masing-masing orang. Pada era globalisasi nanti, ijazah juga belum cukup (Percuma dong, kita sekolah selama 12 tahun). Ketrampilan dalam bidang bahasa dan komputer juga diperlukan (Yakin cuman itu doang?). Globalisasi membawa dampak juga pada pasar. Barang-barangnya (Barang apaan? Barang bekas?) akan semakin beragam dan dengan harga murah (Masak sih, Cyiiin?). Masyarakat jadi mudah untuk membeli suatu barang (Teori darimana tuh?). Mereka tidak harus membeli mahal ataupun harus ke luar negeri (Tapi buktinya banyak yang suka shopping ke Singapura atau China). Mengekspor barang juga lebih mudah. Karena tidak lagi harus mengurus bea masuknya (Hah? Perasaan temen gue kirim ke negara lain, katanya, biaya ekspornya udah mahal banget).

Tapi Indonesia belum siap dengan yang namanya globalisasi. Tenaga kerjanya saja masih pekerja kasar (Terus yang di kantor-kantor itu kuli semua?). Kemiskinan masih merajalela. Barang-barang produksinya juga belum terlalu dicintai masyarakatnya. Akibatnya nilai-nilai dari luar maupun produk luar bisa masuk tanpa adanya saingan. Bukannya menguntungkan, malah akan memperburuk Indonesia.






PS: Tulisan ini dibuat untuk tugas essay yang diampukan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bernama Bu Adri. Waktu itu, aku duduk di kelas XII IPS 2 dengan nomor absen 12. Tulisan yang berwarna merah merupakan tanggapanku di masa sekarang. :D