Thursday, April 11, 2013

Dilema berjejaring sosial


Menulis yang berbau bijak, ada yang nyelekit: "Sok bijak lu!"

Menulis yang berbau komedi, ada yang protes: "Garing lu!", "Geje!"

Menulis kutipan dari kitab suci, ada yang comel: "Sok rohani; padahal busuk juga."

Menulis kata-kata yang nadanya minor atau berbau cinta, ada yang nyinyir: "Galau mulu!", "Ngeluh mulu dah bawaannya." Terus di-unfollow deh, di-block deh, di-remove deh.

Menulis yang kritis, ada yang bawel: "Sok tahu!"

Menulis soal kenarsisan, ada yang celetuk: "Narsis gila tuh orang!", "Pede tingkat dewa!", "Sombong!"

Hmmm... padahal itu belum menulis yang berbau seks atau SARA.

Jadi... menurut kalian, ada baiknya, kita harus berbuat apa di social media? Segala yang kita lakukan di akun social media seolah-olah serba salah. Apa baiknya tak perlu punya akun di social media saja? Tak ada gunanya punya jika segala yang kita lakukan di sana dikomentari.

Hmmm... inilah dilema dalam berjejaring sosial. Tak salah memang kalau disebut dunia maya. Yah sebab dunia ini memang cerminan dunia nyata. Di dunia nyata memiliki pro-kontra, di dunia inipun sama.

That's a dillema of social media-ing.

18 comments:

  1. Kalo gw mah cuek aja. Akun jg akun gw sendiri.

    Statuskan urusan si yang punya akun sama isi kepalanya, kenapa yg baca malah sewot.

    Kalo seneng di like, klo gak seneng ya udah, dicuekin aja. Prinsip gw sebagai Ratu Sosmed gitu doang sih, Man :)

    ReplyDelete
  2. Yang penting tidak merugikan orang lain dan tinfak menyinggung orang lain

    ReplyDelete
  3. Namanya juga orang banyak, macem2 kelakuannya. Yang penting kita pandai2 aja menyikapinya.

    ReplyDelete
  4. itu orang2 yang komentar gak mutu pasti pengangguran stress, karena dirinya susah maka nggak ingin orang lain damai

    ReplyDelete
  5. Be yourself aja, dan ga usah dengerin orang laen ngomong apa, hahaha...

    ReplyDelete
  6. kalau aku sih hampir sama dengan pendapatnya Nova diatas, tulislah apa yang memang kamu sukai, tidak usah dengar mereka yang berpikir hanya menggunakan satu sudut pandang, atau melihat dengan kacamata yang salah sehingga semuanya seakan salah... Tapi tetap harus diperhatikan juga, jangan merugikan orang lain dengan tulisan kita.

    ReplyDelete
  7. rasanya gak semua orang kayak yang kak nuel sebutin deh :D
    kalau orangnya berpikiran sempit, bermaksud bercanda, atau memang belum dewasa ngomongnya kayak gitu :D

    dulu ada teman blogger
    dia nganggap saya anak otomotif soalnya blog lama saya isinya banyak membahas sepeda motor, padhal saya anak desain, yang kebetulan suka dengan sepeda motor. hehehe.

    ReplyDelete
  8. Abaikan saja semua komentar itu Nuel... Yaa, sama seperti di dunia nyata juga. Mencoba menyenangkan semua orang adalah usaha paling sia-sia di dunia ini.
    Nulis di blog, juga pastinya banyak yang suka dan gak suka kan? ;)

    ReplyDelete
  9. Hahahaha... yang ngeselin itu sebetulnya komentar balik yang suka rese. Ada tipe komentator yg merasa dirinya cerdas dan berusaha nonjolin itu dengan mojokin si pembuat status... :3

    Tipe2 carmuk gitu...

    ReplyDelete
  10. LOL

    gue juga sering bgt tuh apa-apa di kritik bang.

    Tapi yaa..
    yang jelek2 gak gue anggep
    yang membangun boleh lah di ambil

    heheheh

    P.S.
    ini belum apa-apa loh.
    nanti kalo bang nuel udh punya hater pasti bakal lebih parah.

    *soalnya pernah ngalamin*

    ReplyDelete
  11. Hihihi iya juga sih Nuell, kemarin sempat kejadian juga tuh gara-gara status di facebook malah jadi berantem akunya sama temenku
    *tepukjidat

    ReplyDelete
  12. Jadilah diri sendiri, nggak usah dengerin orang lain. kita bisa berbuat apapun yang kita suka, ngapain juga dengerin komentar orang lain. yang jalanin hidup ini kita sendiri, bukan orang lain.

    ReplyDelete
  13. Hahaha.. serba salah yak, yah asal itu gak merugikan orang lain tetep maju bos.. :D

    ReplyDelete
  14. cuek aja kak orang mau ngomong apa, anggap aja dia syirik karna baca tulisan yang lo buat. gue juga sempet noh ada following nyebelin yang selalu ngomentarin tweet orang, gue sebagai pengguna socmed yang labil risih dan ngerasa kesindir juga sama kicauan dia. trus gue unfollow dia, then dia unfollow gue juga xD

    ReplyDelete
  15. Sebenernya bisa aja dicuekin, tapi kalau sampai dikit2 dihujat oleh banyak orang, berarti ada yang salah sama diri kita hehehe misalnya mungkin emang gak sesuai sama kehidupan nyata, istilahnya bijak di status doang, di dunia nyata sering nyakitin orang lain, jelas aja org ngerasa gak sreg. :) Atau isi tulisan kita terlalu mengganggu orang banyak.

    Perbaikin niat aja sih sebenernya, kalau emang niatnya baik, ga perlu sakit hati kalau dihujat. Di dunia ini, segala tindakan kita kan gak pernah lepas dari penilaian orang lain. Tetap jadi yang terbaik dari diri sendiri hehehe termasuk dalam berinteraksi di dunia maya...

    ReplyDelete
  16. kalo didengerin malah jadi ga ngapa-ngapain. Di jejaring sosial orang-orang memang cenderung lebih berani mengungkapkan pikirannya. Jadi otomatis kita pun juga mesti lebih berani menerima komentar negatif itu #jadi sok bijak nih.

    >>pada akhirnya, apa yang dituliskan oleh orang tersebut lebih banyak menggambarkan dirinya sendiri ketimbang orang yang diserangnya. kalo kata orang bijak sih, teko yang isinya teh, yang keluar juga teh. kalo isinya kopi, yang keluar juga kopi. junk in-junk out. #halah

    ReplyDelete
  17. haha iya juga ya berjejaring di sosmed serba salah juga ya :D

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^