Thursday, October 18, 2012

A good-hearted does EXIST, but it's RARE! - part two



"Good-hearted people does exist, but it's RARE..." - Rain Himemiya

Nggak banyak di antara kita yang kalau lagi dijahatin orang (Ambil contoh, dicopet dalam bus), pasti langsung merutuk, "Dunia ini makin lama makin banyak yah orang jahat. Udah mau kiamat nih kayaknya.", termasuk aku sendiri.  Terus habis mengutuk seenak jidatnya, kita (mungkin) jadi paranoid. Paranoid berlebihan, malah. Habis itu jadi skeptis sama yang namanya 'orang baik'. Nggak heran, sosok yang namanya Bunda Teresa itu dipuja-puja.

Hmm, mendadak aku jadi teringat sebuah kisah di buku Agama SMA-ku. Ceritanya itu kurang lebih begini. Di Amerika Serikat, ada seseorang yang menemukan dompet dan dompet tersebut berisi uang yang lumayan besar nilainya. Kulit hitam, dan kita sebut saja Bobi. Nah singkat cerita, gara-gara ulahnya itu, dia jadi tenar se-Amerika. Banyak orang yang membicarakannya. Ada yang pro, ada juga yang kontra. Ada yang berterimakasih pada Tuhan, karena masih ada orang baik. Ada juga yang bilang, "Bodoh kamu. Harusnya kamu ambil saja!" Si Bobinya sendiri sih bilang bahwa perbuatannya dia itu biasa saja.Yah kurang lebih seperti itulah ceritanya. Agak lupa-lupa ingat sama kisahnya. :P

Nah ada berapa banyak sih orang kayak masyarakat yang mempergunjingkan Bobi. Padahal perbuatannya Bobi itu biasa. Eh ini bukan maksudnya iri, lho. Tapi kurasa, semua orang bisa melakukannya dan pernah juga mengalaminya. Kenapa juga jadi heboh seperti itu? Apa karena si Bobi menemukan dompet di jalan dan banyak uang di dalamnya, terus jadi heboh? Aku yakin, mungkin kalau si Bobi ambil, dia nggak bakal jadi bahan pembicaraan.

Superhero

Pernah juga aku baca kisah di komik Paman Gober Edisi Tematis. Ceritanya, warga Kota Tikus berinisiatif bikin acara dan kasih suatu penghargaan buat Super Gufi, yang sudah banyak berjasa. Tapi karena kemampuan pendengaran super yang dimiliki Super Gufi, ia selalu pergi dari acara tersebut waktu ada di sana. Alasannya, ada orang yang berteriak minta tolong. Nah karena beberapa kali kabur, warga dan walikota jengkel. Dan di saat itulah, ada seorang remaja yang menyelamatkan adiknya yang naik ke atas pohon - tapi takut turun. Akhirnya sebagai ganti Super Gufi yang nggak bisa diam, si remaja itulah yang dapat penghargaan.

Dari kisah itu, aku sadar. Semua orang bisa kok jadi superhero atau hero. Jadi pahlawan itu kan nggak harus punya kekuatan super, berjuang pakai bambu runcing, atau juga tembak-tembakan di medan pertempuran demi negara. Nggak, nggak harus seperti itu. Tiap orang bisa jadi pahlawan. Dan kebaikan itu sebetulnya juga bukan hal langka. Kalau kita mau melihat sekeliling kita, banyak juga orang baik. Yah walau jumlahnya jarang, tapi mereka ada.

Contohnya itu, waktu aku pulang dari UNJ buat daftar UMB. Waktu itu, di Dukuh Atas, aku bertemu dengan seorang ibu-ibu. Karena waktu itu dia nggak tahu jalan dan aku tahu jalannya, aku dan ibu itu jadi saling ngobrol di haltenya. Dan karena beliau minta ditemenin naik bus, yah aku sanggupi. Apalagi sama-sama ke Tangerang ini. Pada saat bus ada di daerah Slipi, dia inisiatif bayarin ongkosku. Padahal aku nggak minta bayarin dan sebetulnya mau nolak juga. Tapi karena sudah di bus, yah bingung aja gimana nolaknya. Dia duduknya di depanku, dan keneknya nagih bayaran dari arah depan. Jadi, aku hanya bisa berterimakasih saja ke dia dan Tuhan. Puji Tuhan. Kan jadi bisa hemat duit di dompet. :P

Atau waktu tahun lalu. Waktu aku dibayarin main internet di warnet sama seseorang. Yah walau secara nggak langsung, tetap saja, praise the Lord. Bisa hemat duit, karena main di komputer bekas orang tersebut yang billing-nya belum dimatikan dan orang itu juga buru-buru mau pergi, kayaknya.

Peristiwa lain pula, waktu aku dikasih duit sama orang di jalan. Waktu itu, aku kehabisan uang buat ongkos. Tiba-tiba aku terbersit suatu ide: kenapa nggak coba minta orang. Ide gila sih. Karena siapa coba mau kasih duit ke orang asing di jalan. Tapi ketimbang nggak bisa pergi ke sana, aku coba saja. Eh  dasar lagi beruntung, ada bapak-bapak kasih aku uang. Lupa nominalnya berapa. Intinya cukup lah buat ke sana. Dan aku sudah pernah mengalami kejadian seperti ini dua kali.

Contoh-contoh tadi itu mungkin terasa istimewa - dan mungkin saja aku nggak bakal sering-sering dapat kejadian seperti itu. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, walau nggak seistimewa kejadian-kejadian itu, aku boleh lah bersyukur karena dikelilingi orang-orang baik, selain orangtua sendiri.  Contohnya itu, di tahun 2012 ini. Ada Dion yang pernah beberapa kali kasih info pekerjaan. Ada si Tanto, sepupuku, yang sudah mau dijadikan tong sampah - walau tetap saja aku menggalau, padahal dia sudah beberapa kali kasih saran dan motivasi. Ada juga Randy yang kasih duit tambahan dan pekerjaan (Karena dia dompetku sempat penuh selama beberapa minggu, deh!). Atau juga kebaikan hatinya beberapa dosen Atmajaya atas kasusku dulu. Terus masih ada beberapa orang yang nggak sengaja berdoa buat kelancaran karir menulisku, lewat SMS-SMS-nya mereka.  Kata-kata itu adalah doa, kan? Waktu kita mengetikannya, pasti kan sambil berucap juga dalam hati.

Tiap orang bisa jadi pahlawan, menurutku. Orang-orang yang aku sebutkan itu merupakan pahlawanku di tahun 2012 ini. Jadi pahlawan itu juga tak harus mengajar bagi anak-anak jalanan, memadamkan api di gedung pencakar laingit, atau juga menyelamatkan seorang wanita dari penjambret. Karena kejadian-kejadian heroik itu bisa juga dari hal-hal kecil, yang menurutku sepele. Dan karena sepele itulah, orang sering bilang, "A good-hearted does EXIST, but it's RARE!" Bukannya JARANG, tapi kita saja yang TAK MENYADARINYA. Percaya deh, kebaikan itu lebih banyak daripada kejahatan.



"Not everyone can be great, but we can always be kind. Nobody's perfect, that's why we need each other." - Keven 

“People may not remember exactly what you did or what you said, but they will always remember how you made them feel.” - Keven





PS: Buat para pihak yang  merasa ge-er baca ini, aku sangat berterimakasih banget dan berharap peristiwa di film "Pay it forward", berlaku juga ke kalian. Ingat, setiap kita nerima kebaikan maka kita harus tularkan kebaikan itu ke orang lain. Pasti ada deh balasannya ke kalian, karena udah nolongin waktu itu. :D

9 comments:

  1. indeed!
    masih banyak orang baik di dunia ini, freen.

    ReplyDelete
  2. kalau nemu uang ditumpukan pakaian di dept store gimana? diambil atau dikembalikan? eh tapi gak tau itu milik siapa. :) di infakkan saja mungkin ya

    ReplyDelete
  3. @ Lidya: Kalau dalam kasus seperti itu, yah mungkin saya ambil. Toh tak bertuan, bu. Hehehe

    ReplyDelete
  4. betul masih ada orang baik didunia.. semoga kita bisa mencontoh mereka..

    menjadi teladan buat adik-adik kita @.

    ReplyDelete
  5. kejahatan itu ada dimana-mana, superman atau super gufi ga mungkin bisa memberantas kejahatan dalam satu waktu bersamaan

    biasanya sih superman pilih menolong yg cantik duluan

    *komen asal :D

    ReplyDelete
  6. nah, ini lhoo. kita kalo ketemu orang baik ya cuma bilang 'makasih', udah. tapi sekalinya ketemu orang jahat, diitung betapa banyaknya orang jahat :)

    ReplyDelete
  7. ya masih ada lah orang baik sih. tapi tetep lebih banyak yg jahat kayaknya. hehehe...

    ReplyDelete
  8. nice !!
    bner bgt, pasti banyak laah, krn emg pada dasarnya kan semua itu baik, cuma gara2 ada faktor2 lain yg terkadang menyebabkan kebaikan itu bisa berubah :P

    ReplyDelete

Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^