Sunday, September 23, 2012

Pizza Rakyat: Kelas kaki lima, rasa bintang lima


Tak selamanya apa yang ada di kaki lima itu  tak sehat. Memang ada beberapa pemberitaan di media soal oknum lokal yang menggunakan bahan-bahan terlarang ke jualannya. Namun apakah kita jadi skeptis, takut, ataupun enggan menyentuh makanan atau minuman yang dijual para pedagang kaki lima?

Semestinya sih jawabannya tidak. Karena tak semua pedagang seperti itu. Itulah sebabnya juga, salah satu acara yang mengupas kenakalan para pedagang, selalu memberikan tips memilih makanan atau minuman yang tak mengandung zat-zat berbahaya. Di tengah serbuan pedagang nakal, masih ada juga yang 'bermain bersih'. Dengan kata lain, berjualan secara jujur dan memakai bahan-bahan yang memang layak digunakan.

Salah satu yang jujur itu adalah pedagang yang ada di Perumahan Sek-Neg, Tangerang. Yah memang sulit juga untuk dibilang sebagai pedagang kaki lima. Karena berbeda dari kebanyakan pedagang, penjualnya itu membeli merek dagang dari sebuah perusahaan. Dibilang pedagang kaki lima, yah karena memang jualannya di pinggir jalan. Tepatnya lagi, dia mendirikan sebuah kios di sebuah garasi rumah orang. Dan di kios itulah, dia menjual produk yang tak lazim di jual di daerah tersebut, yaitu pizza.


Kurang lebih beginilah bentuk kiosnya itu. Maaf nggak sempat ambil fotonya. Soalnya kiosnya buka agak malam, sehingga  pencahayaannya kurang. #Ngeles



Setelah membeli merek atau melakukan franchise dengan perusahaan @PizzaRakyat, dia menjual pizza yang tak kalah enaknya dengan produk yang dijual oleh Pizza Hut. Dagingnya itu jauh lebih soft. Pizza yang dijual itu ada beberapa macam jenisnya. Ada pizza sayur, pizza sosis, pizza daging, dan pizza kombinasi - yang campuran dari sosis, sayuran, dan daging. Selain rasanya yang tak kalah dengan produknya sebuah restoran cepat saji asal negeri Paman Sam itu, harganya juga jauh lebih merakyat. Kios yang tadi aku sebut itu bahkan menjualnya di kisaran harga yang bisa dijangkau masyarakat menengah ke bawah. Ada salah satu pizza yang dijual dengan harga Rp 8000, dan paling mahal hanya seharga Rp 15.000.

Inilah penampakan pizzanya yang sempat terpotret oleh kamera ponselku. Pizza kombinasi. Bisa dilihat kan, ada sosis, daging, dan sayurannya yang sepertinya salad gitu. :D

Gambar di bungkusnya. Ini fotonya benar-benar dokumentasi pribadi, lho, yah! :D


Oh yah, soal merek dagangnya itu, Pizza Rakyat itu bukanlah perusahaan franchise kelas teri. Mereka sudah banyak menjual merek dagangnya ke beberapa orang dan outletnya itu sudah ada dari Sabang hingga Merauke. Begitu kata penjual di Sek-Neg yang namanya minta dirahasiakan itu. Dan penjualnya itu tak berbohong. Setelah mampir ke situs aslinya, merek dagangnya mereka itu sudah lumayan terkenal. Berikut salah satu buktinya yang kuambil dari situs aslinya.

Pizza Rakyat di Warta Kota

Warta Kota, Sabtu 8 Januari 2011 hal. 19


Yah pokoknya rasanya itu memang benar-benar DEP SEDEP. Atau katanya Pak Bondan, Mak nyus. Penganan ter-yumilah yumiwati, walaupun kelasnya kelas kaki lima. Kalian masih nggak percaya juga? Coba deh kalian jalan-jalan di lingkungan rumah kalian, siapa tahu saja ada outletnya. Kalau menemukannya, segera mampir, beli, dan rasakan kelezatannya itu. Pasti DEP SEDEP deh!!!!! :D