Saturday, December 24, 2011

Surat dari kaum minoritas


To: GARIS KERAS

Kenapa kalian begitu bencinya terhadap kami, kaum nasrani, kaum minoritas? Apa dosa kami? Apakah karena kami agama yang dibawa penjajah negeri ini dulu?

Asal kalian tahu. Kami, kaum nasrani juga ikut berjuang untuk negara ini bertahun-tahun yang lalu. Sam Ratulangi, Slamet Riyadi, Yos Sudarso. Itulah segelintir dari kaum kami yang membela mati-matian negara ini.

Sam Ratulangi (source)


Tapi kenapa untuk beribadah saja kami susah? Susah mengurus IMB-nya. Itu salah satunya.

Lainnya lagi adalah … Pada saat kami mau menjalankan perintah agama kami, kami malah dituduh melakukan kristenisasi. Padahal yang kami lakukan sama dengan kalian yang melakukan shodaqoh ataupun infak.

Kami kristenisasi? Tanyakan itu pada sekumpulan orang dari kaum kalian yang mengais rejeki di sekitar tempat kami beribadah. Tanyakan kepada mereka apa agama mereka. Kitab suci apa yang mereka baca? Al-Quran atau Alkitab?

Pedagang Ketoprak yang biasanya tiap minggu pagi berjualan
di sekitar gereja GKI Kota Moderen, Tangerang.


Sangat yakin. Pastilah jawaban mereka AL-QURAN. Karena memang kami tak pernah memaksa mereka meng-convert ajaran kami hanya untuk mengais rejeki di sekitar kami. Apalagi kami juga diuntungkan dengan keberadaan mereka. Simbiosis mutualisme.

Kami lapar karena belum sempat sarapan, mereka menyediakan makanannya. Kami butuh tumpangan untuk pulang, mereka siap mengantar kami ke rumah.

Apa dosa kami yang terus kalian tindas? Apakah kalian tidak sepakat dengan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia? Bersikukuh dengan negara yang kalian dengung-dengungkan itu?

Sekali lagi. Asal kalian tahu. Kalian juga sama seperti kami. Pendatang di jamrud kathulistiwa ini. Kalian datang pada saat negeri ini dipenuhi arca dan tulisan sansekerta. Atau lebih jauh lagi, masih animisme dan dinamisme yang menguasai Negara Pancasila ini.

Jadi kami mohon. Berhentilah berlaku superior. Seolah-olah kalianlah penguasa satu-satunya di bumi pertiwi ini. Perlu kalian ingat, di antara jumlah populasi kalian yang begitu banyak itu, ada komunitas kami juga, KAUM NASRANI. Ada pula Hindu, Buddha, maupun Konghucu.

Kalian tak sendirian. Ini juga fakta yang tak terelakkan di Indonesia.

Jadikanlah kami teman, bukan musuh. Jadikan kami rekan, bukan saingan. Jadikan kami saudara, bukan ancaman.

Sekian dan terimakasih.

Salam damai.

PS: Terinspirasi dari insiden yang menimpa GKI Yasmin, yang masih saja kesulitan beribadah. Semoga postingan ini bisa makin membuka mata para fanatik. :) 
Pray For GKI Yasmin!