Friday, July 29, 2011

Finally i could watch THE REALLY LAST HARRY POTTER



Review gw berikut ini lanjutan dari yang ini.Ga nyangka deh, gw nonton Harry Potter baru di bulan ini. Padahal terakhir kali nonton part one-nya tuh di bulan November yang lalu. Waktu itu nonton di Plaza Semanggi bareng sohib gw, Ermen. Kali ini gw nonton di Blitz Teraskota sendirian. Hahaha....! Gapapa. Yang gw nonton filmnya koq. Akhirnya bisa nonton juga seri terakhirnya walaupun telat beberapa minggu dari yang seharusnya.

Oke deh, cukup basa-basinya . Gw mulai reviewnya dan teteup review kali ini mengandung spoiler. Yah kalo ada yang ngerasa begitu. Jujur nih, gw ketika baca review sebuah film sebelum nonton, gw tetep excited nontonnya. Justru dengan tau alurnya, gw bisa bener-bener ngerti ceritanya saat nonton.Pembuktiannya ada di film yang gw  nonton tadi.

Walo gw udah baca spoilernya lewat novelnya, gw tetep excited nontoninnya. Segala efeknya keren. Satu lagi, pas bagian perangnya tuh bener-bener dapet unsur dramatisnya dan menegangkan. Aer mata gw sempet mau keluar ketika bagian Harry disangka mati. Sumpah deh. I'm serious!

Oh yah film Harry Potter ini dimulai dari adegan ketika Harry, cs telah berhasil membebaskan diri dari rumahnya Draco Malfoy. Selanjutnya diceritakan Harry mengubur Dobby, sang Peri Rumah.Lalu di tempat itulah, Harry dan dua sohib terbaiknya merencanakan untuk mengambil sesuatu yang berharga dari brankasnya Bellatrix Lestrange di Gringotts. Nah di sinilah, ada adegan mereka naik seekor naga.

Hampir semua bagian adegan penting dari novelnya berhasil divisualisasikan dengan baik oleh David Yates, sang sutradaranya.Kayak waktu Harry ketemu Neville, waktu Harry berhadapan dengan Snape, hingga waktu Harry masuk ke Gringotts.

Namun sayangnya nih. Sama kayak semua novel yang difilmkan, ada aja bagian dari novel yang tidak divisualisasikan. Contohnya seperti:
  1. Ada adegan di novelnya saat Draco Malfoy minta maaf ke Harry saat diselamatkan dari kebakaran yang dibuat oleh temannya, Goyle.
  2. Bagian Epilog: Waktu Ron ngeledek Scorpius, dan ayahnya, Draco Malfoy. 
  3. Bagian Epilog: Saat anak-anaknya Harry, Ron, dan Draco bertemu. Padahal bagian ini juga termasuk yang gw nantiin di filmnya. Sayang ga ada. :(
  4. Bagian Ending: Tongkat Sihir sebetulnya tidak dipatahkan dan dilempar oleh Harry. Menurut novelnya, tongkatnya diletakan kembali ke makamnya Albus Dumbledore.Tongkatnya Harry sendiri sebenarnya patah dan lalu diperbaiki sendiri oleh Harry dengan menggunakan tongkat Elder.
  5. Tidak dijelaskan secara detail mengenai saat-saat pertemuan Harry dan Draco di Hogwart yang berbuntut dengan matinya salah satu teman Draco karna kecerobohannya sendiri.
  6. Saat Ginny menyatakan keberatan bila Cho yang mengantar Harry ke asrama Ravenclaw.
  7. Sebetulnya Harry ketemu dengan Helena Ravenclaw itu sendirian. Tidak ditemani oleh Luna Lovegood. Dan soal hantu Helena, Harry dikasih tau oleh hantu tanpa kepala, bukan oleh Luna.
  8. Nagini, ularnya Voldemort tidak dibunuh oleh Neville Longbottom. Menurut novelnya, Voldemort mati karna mantra kutukannya Voldemort berbalik menyerang dirinya sendiri.
Gw kecewa berat dan gw yakin semua Harry Potter Mania juga sama kecewanya dengan gw. Banyak banget adegan di film yang beda banget sama yang di novel. Trust me, it all just be in the film, not in the novel. Kalo secara ending, masih jauh lebih menarik novelnya ketimbang filmnya deh. :)

Berikutnya ini nih beberapa adegan yang hanya ada di filmnya:
  1. Saat Neville bilang kalo dia suka sama Luna Lovegood itu sebenarnya ga ada di novelnya.
  2. Saat Harry membuang tongkat Elder

Trus yang bikin gw rada aneh adalah saat endingnya. Ga banget deh saat Rupert Grint jadi seorang bapak. Ga cocok. Oke, mungkin Bonnie Wright cocok meranin Ginny saat jadi ibu-ibu. Tapi, sisanya koq agak aneh yah? Serius! Kayaknya terlalu dipaksain deh ketika Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Tom Felton untuk menjadi Harry, Ron, dan Draco versi bapak-bapak. Agak aneh gw liat mereka bertiga meranin karakter mereka masing-masing tapi dalam versi bapak-bapak. Mending cari aja deh pemeran yang lain buat meranin mereka versi jadi bapak-bapaknya.

Tapi sih, selanjutnya sih film ini cukup bagus dari segi efek dan beberapa bagian penting dalam novelnya berhasil divisualisasikan dengan baik. Contohnya kayak adegan Harry ketemu sama arwahnya Dumbledore, arwah ibunya, dan pertemuannya sama Lord Voldemort (adegan puncaknya). Kalo soal special effect-nya, gw akui emang bagus dan lbikin film ini layak ditonton. Begitu juga dengan beberapa adegan dramatisnya.

Akhir kata, selamat menonton!

^^

Akhirnya cuy, bisa nonton juga kelanjutannya. Hehehe...!


Wingardium Leviosa


Saran gw nih buat para insan perfilman. Kalo mau bikin film berdasarkan novel, atopun buku, mohon dong alurnya sesuai banget sama alur di novel ato bukunya. Rasanya hambar dan ada yang kurang kalo ada yang berkurang dari yang aslinya. Apalagi kalo itu diambil dari novel terbagus seperti Harry Potter. Ditambahin adegannya, ga papa. Asal jangan dikurangi. Itu menurut gw amat sangat mengganggu. Mending deh dibuat aja jadi part 3 atau hingga part 5. Yang penting, alur film sama menariknya sama alur novelnya.

Jujur nih gw bilang, alur novelnya Harry Potter ke-7 jauh lebih seru dan menegangkan daripada alur di filmnya.