Meski Terkesan Main-main, Aku Menganggapnya Karier

 

































Kadang-kadang, apa yang aku kerjakan di internet memang terlihat seperti sesuatu yang main-main. Orang mungkin melihat aku sedang rebahan sambil memegang ponsel. Sesekali membuat postingan, mengunggah foto, membuat video, menulis sesuatu, mengomentari postingan orang lain, atau sekadar membagikan hal-hal kecil yang aku temui dalam keseharian.

Dari luar, mungkin kelihatannya sederhana sekali. Bahkan mungkin ada yang berpikir, "Ini orang sebenarnya sedang kerja atau cuma main hape?"

Aku bisa memahami kalau ada orang yang berpikir seperti itu. Sebab, pekerjaan yang dilakukan melalui internet memang sering kali tidak terlihat seperti pekerjaan konvensional layaknya beberapa teman aku yang punya firma hukum atau tempat kuliner. 

Dalam kasusnya aku, tidak ada kantor yang harus selalu didatangi. Tidak selalu ada meja kerja. Tidak selalu ada seragam di tubuhku. Tidak selalu ada atasan yang berdiri di belakang kita sambil berkata, "Ayo, kerja!"

Kadang aku memang mengerjakannya sambil rebahan. Kadang sambil ngopi.
Kadang sambil menunggu hem aku selesai dikerjakan di binatu. Kadang setelah bersepeda pula. Kadang bahkan ketika sedang tidak punya kegiatan lain.

Tetapi jangan salah. Di balik kelihatannya yang santai itu, sebenarnya aku memikirkan banyak hal dengan sangat serius. Terutama tentang apa yang aku posting di internet.

Aku memikirkan kata-katanya. Aku memikirkan bagaimana orang lain akan membacanya. Aku memikirkan apakah sesuatu yang aku tulis bisa menghibur, membuat orang berpikir, atau setidaknya membuat seseorang berhenti sebentar dari rutinitasnya. Aku juga mulai memikirkan sesuatu yang lebih besar.

Bagaimana kalau semua ini bukan sekadar hobi? Bagaimana kalau aktivitas yang selama ini aku lakukan di internet ternyata bisa menjadi sebuah karier? Pertanyaan itu semakin sering muncul di kepalaku.

Sebab, aku sudah cukup lama berada di dunia internet. Aku tidak lagi melihatnya hanya sebagai tempat untuk mengisi waktu luang. Internet sudah menjadi bagian dari kehidupanku. Aku menulis di sana. Aku berbagi cerita di sana. Aku membangun nama di sana. Aku mencoba mengenalkan karya-karyaku di sana. Aku berusaha mencari peluang di sana. Jadi, wajar kalau akhirnya aku mulai menganggapnya sebagai pekerjaan atau karier.

Mungkin bagi sebagian orang, menjadi content creator, penulis online, atau seseorang yang membangun personal branding melalui media sosial terdengar tidak serius. Tetapi bukankah banyak pekerjaan pada awalnya memang terlihat seperti sesuatu yang tidak jelas?

Seseorang yang sedang membangun bisnis kecil mungkin dianggap sedang jualan biasa.  Seseorang yang sedang belajar menulis mungkin dianggap hanya suka membuat cerita. Atau, seseorang yang sedang membuat video mungkin dianggap hanya main TikTok. Seseorang yang sedang membangun akun media sosial mungkin dianggap hanya cari perhatian. 

Padahal kita tidak pernah benar-benar tahu ke mana semua itu akan membawa seseorang. Aku sendiri tidak tahu apakah apa yang sedang aku bangun sekarang benar-benar akan menjadi sesuatu yang besar. Aku bahkan tidak tahu apakah tulisan-tulisanku akan dibaca semakin banyak orang. Pun, aku tidak tahu apakah video-videoku suatu hari akan benar-benar menghasilkan sesuatu yang cukup untuk disebut sebagai penghasilan utama. Terakhir, aku juga tidak tahu apakah orang-orang akan mengenal namaku karena karya-karya yang aku buat.

Tetapi setidaknya aku tahu satu hal. Aku ingin dan sudah mencoba. Daripada hanya menjalani pola hidup makan, tidur, bangun, lalu mengulanginya lagi tanpa tujuan yang jelas, aku memilih untuk melakukan sesuatu.

Aku memilih menulis, membuat content, mencoba berbagai platform menulis, terakhir aku memilih belajar untuk membangun sesuatu sedikit demi sedikit.

Mungkin hasilnya belum terlihat sekarang.
Mungkin orang lain belum menganggapnya sebagai karier. Mungkin bahkan ada yang menertawakan apa yang aku lakukan.

Tidak masalah, kok.  Sebab, yang menjalani prosesnya adalah aku. Aku yang tahu berapa banyak waktu yang aku habiskan untuk memikirkan sebuah tulisan. Aku yang tahu berapa kali aku menghapus dan menulis ulang kalimat. Aku yang tahu bagaimana rasanya ketika sebuah karya tidak mendapatkan perhatian seperti yang diharapkan pula. Terakhir, aku juga yang akan merasakan kebahagiaan ketika suatu hari nanti sesuatu yang aku kerjakan ternyata berhasil.

Jadi, kalau ada yang melihat aku sedang rebahan sambil bermain ponsel, jangan langsung menyimpulkan bahwa aku sedang tidak melakukan apa-apa. Bisa saja saat itu aku sedang bekerja. Hanya saja, bentuk pekerjaanku memang berbeda. Aku mungkin tidak terlihat seperti orang yang sedang bekerja.

Tetapi pikiranku tetap bekerja. Mungkin, justru karena itulah aku mulai berani menyebut apa yang aku lakukan ini sebagai sebuah karier. Apakah salah?

Entahlah. Menurutku, selama aku tidak merugikan orang lain, terus belajar, terus berkarya, dan tetap berusaha bertanggung jawab terhadap apa yang aku lakukan, tidak ada salahnya mencoba menganggap sesuatu yang kita kerjakan dengan serius sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Karier tidak selalu dimulai dari gedung perkantoran. Kadang karier dimulai dari kamar, sebuah laptop, ponsel, bahkan dari seseorang yang sedang rebahan sambil berpikir, "Bagaimana kalau kali ini aku benar-benar serius?"

Mungkin, aku sedang berada di titik itu sekarang.






















































Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~