Pengkhotbah:
Pendeta Alex Sardo Cesario Saragih
Khotbah Ibadah Minggu, 5 Juli 2026
di GKI Pondok Indah Jakarta
Allah yang Tidak Bisa Dikontrol
"Jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga". Bagian "Doa Bapa Kami" ini mengguncang ego manusia. Saat kita mengucapkan sungguh-sungguh, itu berarti kehendak Allah melebihi kehendak kita.
Sayangnya kita punya gerak berbeda. Kita menyusun rencana dan skenario sedemikian rupa, jangka pendek maupun jangka panjang, lalu meminta Allah memberkati dan setuju. Kita punya bayangan waktu dan cara, lalu gelisah karena timeline Allah berbeda.
Lalu kita berpikir, mungkin kita kurang berbuat baik atau ada dosa yang belum diakui. Mungkin kita perlu berikan persembahan lebih supaya rencana dilancarkan.
Allah tidak bisa dikontrol dan tidak bisa dijadikan alat memberi stempel bagi rencana kita.
Bacaan Kejadian hari ini adalah momen ketika Abraham sudah tua, Sara sudah meninggal, dan ada Ishak yang diharapkan segera menikah. Abraham pun mengutus seorang hamba untuk mencarikan jodoh. Abraham pun mengambil sumpah dari sang hamba dengan syarat-syarat khusus.
Abraham tahu bahwa dia punya rencana namun mau membuka kemungkinan bahwa rencananya bisa gagal. Rencananya bisa saja tak selaras dengan kehendak Allah, belajar dari masa lalunya. Ini tampak dalam "negosiasi" Abraham dengan Allah sepanjang bacaan ini.
Jangan sampai doa dan harapan kita mengurung cara Allah bekerja. Rancangan bisa tidak sesuai kehendak Allah. Rencana iman kita tak boleh berubah menjadi cara kita mengurung Allah.
Bacaan Roma hari ini adalah surat Paulus bagi orang Kristen Yahudi dan nonyahudi di Roma. Ada yang berpegang pada Taurat, ada yang tidak. Lalu bagaimana ketika ada seseorang mengaku dosa tapi tidak bisa menghentikannya? Maka hukum menunjukkan kita salah tapi tak punya kuasa membebaskan. Hukum bagaikan cermin dalam hal ini.
Paulus pun berkata, celakalah aku, siapa dapat membebaskanku? Yang Paulus rujuk bukanlah hukum, melainkan Pribadi, yaitu Kristus. Hukum tak punya kuasa mengontrol Allah berkenan pada kita lewat ketaatan dan moralitas.
Anugerah Allah tidak ditentukan ketaatan kita pada hukum dan kemampuan kita menjaga moralitas. Itu tidak dapat mengontrol kehendak Allah. Keselamatan adalah anugerah bagi manusia yang butuh pembebasan.
Bacaan Matius juga melihat hal sama dari sisi berbeda. Yesus berada dalam situasi berbagai pihak bingung. Yohanes Pembaptis bingung, masyarakat juga bingung, bagaimana kedatangan Mesias itu?
Bahkan murid Yohanes mengeluarkan pertanyaan, benarkah Yesus Sang Mesias yang mereka tunggu? Haruskah mereka menunggu yang lain? Pertanyaan ini muncul karena Yesus tak sepenuhnya cocok dengan bayangan mereka.
Yesus pun menegur mereka. Yohanes datang dengan cara unik. Masyarakat tak percaya. Yesus datang dengan keunikan berbeda. Masyarakat tetap tak percaya. Maka sebenarnya apa mau mereka?
Masalahnya bukan Yohanes maupun Yesus, melainkan manusia yang ingin Allah datang dengan selera kita. Yesus menunjukkan bahwa bagaimana pun cara Allah datang, memang hati manusia yang keras.
Kerajaan Allah memang dinyatakan bagi orang kecil, bukan mereka yang merasa bijak dan pandai. Kita terlalu kecil untuk memahami rencana Dia yang besar. Kita bisa merasa paling tahu Allah tapi tak mengenali Allah saat Dia datang.
Allah datang bukan untuk memenuhi selera religius, melainkan untuk menyelamatkan kita dengan cara di luar kontrol manusia. Kita bisa saja mengupayakan berbagai cara untuk menyenangkan Allah, tapi Allah bisa memakai cara yang di mata kita tidak masuk akal.
Allah tak bisa dikontrol bahkan oleh niat baik kita. Jika Dia punya rencana, terjadilah. Bukan berarti Dia tidak bisa dikenali sama sekali, melainkan bukalah hati kita pada kehendak yang Allah kerjakan dan berbeda.
Allah yang terkontrol adalah Allah yang hanya sebesar rencana kita. Dan kita tahu persis seberapa buruknya kita membuat rencana. Maka jadilah rendah hati di hadapan Allah.
Kita bisa berkata dan berencana. Namun tetaplah rendah hati. Jika Allah tak berkehendak, Dia bisa membawa kita ke tempat lain.







Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^