Jujur, kejadian tadi pagi itu membuat aku bergidik. Kumat lagi, rasa cemasku yang berhubungan dengan Shania Gracia. Sepertinya aku bertekad untuk jauh-jauh dari setiap hal yang berhubungan dengan Shania Gracia. Enggan ikut campur lagi.
TAKUT BANGET GITU, LOH!
TBL 😱
Oh, satu lagi, aku mau buka rahasia. Gracia itu memang semenyebalkan itu untuk seorang Nuel Lubis. Namun, berani sumpah ke Tuhan Yesus Kristus, ke Sang Pencipta juga, aku tak sampai hati untuk menyuruh orang-orang (tertentu) membuntuti Shania Gracia ke mana-mana. Aku bahkan sama sekali tidak tahu Gracia itu tinggal di mana, gerejanya di mana, hang out di mana saja, aku pun tak memiliki nomor pribadinya. Bahkan, itu termasuk informasi terkait aktivitas keluarganya Shania Gracia.
Nuel Lubis itu seorang yang tahu diri. Jikalau isunya benar bahwa Gracia itu mencari pasangan hidup yang good looking, mapan, sama-sama Kristen Protestan, lebih tinggi dari Gracia sendiri, dan harus wangi, yo weis, mau bagaimana lagi. Aku pun tak bisa menyalahkan seorang Shania Gracia. Nuel Lubis juga memiliki kriteria pasangan hidup idamannya, yang harus sama-sama percaya Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi, harus benar-benar menerima aku apa adanya, harus bisa membantu sedikit demi sedikit setiap kegiatan aku, dan benar-benar berjiwa seorang ibu.
Begitulah.
Omong-omong, sekali lagi, itu bukan Nuel Lubis, dan bukan aku juga yang menyuruh. Aku sama sekali tidak tahu Shania Gracia tinggal di mana. Aku memang sirik dengan kesuksesan orang lain, tapi aku tak sampai segila itu, hingga meneror hingga tempat-tempat orang itu sering berkeliaran. Percayalah padaku.
Aku pun memiliki pergumulan yang aku tak bisa sembarangan cerita, selain ke Tuhan lewat doa.

Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^