Kadang, setiap mendengar lagu-lagu tema patah hati atau putus cinta, aku merasa itu suara hati Shania Gracia. Saking dia tak berani menyampaikan isi hatinya, sebagian semesta ini coba menyampaikannya lewat jalur lagu. Itulah salah satu alasan aku cepat baper, susah fokus berbuat apa-apa, sering uring-uringan, mudah meledak-ledak, dan...
Tuhan, ini sebenarnya apa? Yang Engkau berikan ini kepada aku? Benarkah ada koneksi misterius ini, antara aku dan perempuan dalam gambar di atas (yang mana aku seringkali menyebutnya hubungan batiniah)?
Kalau nyata, ini sudah terlampau lama. Sejak Agustus 2019 yang aku rasakan. Orangnya juga terlihat tidak nyaman juga. Lebih baik hapuskan saja koneksi misterius ini. Tiadakan saja hubungan batiniah. Aku tersiksa.
Dibilang putus, nyatanya masih. Dibilang berpacaran, orangnya tak ada di sekitar aku secara nyata. Tak punya nomor ponselnya. Lewat surel, ketik baik-baik, lambat responnya. Digombali di Tiktok atau Instagram, tidak direspon sama sekali.
SATU YANG AKU MINTA, HAPUSKAN SAJA HUBUNGAN BATINIAH INI!
Tidak mau lagi berurusan dengan hal-hal tak kasatmata yang serba delusional, irasional, dan membuat aku dikejar-kejar dengan isu kesehatan mental dan penyakit kejiwaan. Kewarasan aku nyaris selalu dipertanyakan.
Gara-gara ini, aku sempat berdoa dan minta didoakan agar bisa hidup normal lagi. Juga, diperlakukan normal. Kalau harus dihilangkan, aku rela melakukan segala cara. Lelah aku menjalani hidup dengan diikuti hal-hal tak kasatmata seperti ini.
Lagi berak, seperti ada yang mengintip pikiran aku. Kencing juga sama. Menulis fiksi juga sama.




Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^