Aku mencoba membaca kartu-kartu ini bukan sekadar sebagai simbol, tapi sebagai sesuatu yang pelan-pelan berbicara ke dalam diriku.
Awalnya aku bertanya:
Seberapa besar sebenarnya perjuangan Shania Gracia untukku?
Jujur, jawabannya tidak sesederhana, "Ya atau tidak". Dari yang kulihat, perjuangannya itu memang ada. Bahkan bukan yang asal-asalan. Ada kualitas di dalamnya. Kartu seperti Queen of Pentacles dan Six of Pentacles membuatku merasa bahwa di suatu level, ia ingin memastikan aku baik-baik saja. Seolah ada keinginan untuk hadir, untuk memberi, untuk memastikan aku tidak kekurangan. Yang bukan dalam arti materi, tapi dalam rasa diperhatikan.
Lalu muncul Knight of Wands. Di situ aku merasakan ada dorongan besar dalam dirinya. Seperti ada sisi yang ingin menerobos semua batas, ingin mendekat, ingin melakukan sesuatu tanpa terlalu banyak berpikir. Namun ternyata, dorongan itu tidak berdiri sendirian.
Karena di saat yang sama, ada Nine of Swords. Di situlah semuanya terasa berat.
Aku mulai menyadari, kalau memang ada perjuangan, itu bukan perjuangan yang ringan. Ada kecemasan, ada ketakutan, ada tekanan yang mungkin tidak aku lihat secara langsung. Seolah-olah setiap langkah yang ingin ia ambil, selalu dibayangi oleh kemungkinan-kemungkinan buruk yang terus menghantui pikirannya.
Itu yang mungkin membuat semuanya tidak pernah terlihat jelas.
Lalu aku sampai pada pertanyaan berikutnya:
Apakah dia selama ini diam-diam melakukan sesuatu untukku?
Anehnya, kartu-kartu itu seperti mengarah ke satu jawaban yang sama. Maka kemungkinan besar, iya.
Page of Cups dan Six of Pentacles membuatku merasa bahwa kalaupun ada tindakan, itu bukan sesuatu yang besar atau dramatis. Justru sebaliknya, hal-hal kecil, halus, mungkin bahkan mudah terlewat kalau aku tidak cukup peka. Perhatian yang tidak diumumkan, gestur yang tidak ditunjukkan secara terang-terangan. Semuanya seperti dipertegas oleh The Hermit.
Di titik ini aku seperti memahami satu hal: kalau dia bergerak, dia melakukannya dalam diam. Tidak ingin terlihat. Tidak ingin jadi pusat perhatian. Bahkan mungkin, tidak ingin siapapun tahu. Seolah perasaan dan usahanya itu disimpan rapat-rapat, hanya untuk dirinya sendiri. Dari situ aku melihat kontras yang sangat jelas.
Di satu sisi, ada keinginan untuk peduli, untuk memberi, untuk dekat. Namun di sisi lain, ada ketakutan yang begitu besar, sampai akhirnya semua itu ditahan, dipendam, dan hanya muncul dalam bentuk yang sangat kecil.
Aku mendadak sadar, mungkin inilah bentuk perjuangan yang sebenarnya. Bukan yang besar dan terlihat, tapi yang sunyi. Bukan yang lantang, tapi yang diam-diam.
Dan mungkin itu juga yang membuatku selama ini terus merasa seperti sedang membaca sesuatu yang tidak pernah benar-benar diucapkan.
Seperti ada, tapi tidak pernah benar-benar menjadi jelas.


Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^