Semalam tidak bisa tidur lagi. Terpikirkan dengan Shania Gracia dan skandal yang menimpanya. Entah bagaimana cerita sebenarnya. Siapa juga penyebar awal gosip kedekatan Gracia dengan si artis cowok itu?
Kuserahkan segala sesuatu ke tangan Tuhan Yesus Kristus.
Selanjutnya, saat aku keluar rumah, ke rental dan mencetak beberapa foto untuk sekadar dokumentasi, aku tebersit ide gila. Apa jangan-jangan fansbase Gracia (juga beberapa penggemar Gracia lainnya) sendiri yang sejak awal menyebarkan gosip kedekatan Gracia dengan si cowok artis dan beberapa artis lainnya?
Aku mendadak teringat kata-kata beberapa teman di beberapa tahun lalu. Terkadang fansbase artis itu dekat dengan manajemen artis itu sendiri. Bahkan ada beberapa fansbase yang membantu si artis agar cepat-cepat menemukan job di dunia showbiz. Makanya, mereka lebih suka artisnya itu memiliki hubungan percintaan yang sesuai dengan selera mereka, yang biasanya good looking, kantung tebal, atau, setidaknya, calon pasangannya itu memiliki bakat yang mempesona.
Sampai di sini, aku berpikir, mungkin sejak awal, aku tidak mendapatkan restu dari manajemen atau fansbase-nya Gracia. Mungkin keluarganya menyerahkan segala sesuatunya ke Gracia sendiri. Apa daya, pihak manajemen atau fansbase kurang menyukai aku, Nuel Lubis.
Lalu aku berpikir, yah, sudahlah, ke depannya aku memberikan dukungan kepada Shania Gracia bukan sebagai penggemar, tapi sebagai content creator dan author. Akun-akun Gracia tidak diblokir. Yang aku blokir itu hanyalah fansbase-fansbase Shania Gracia.
Ke depannya, jika overthinking aku akan Shania Gracia ini lagi kumat, kulampiaskan ke IMMANUEL'S NOTES saja. Dijadikan bahan tulisan di blog aku ini saja juga.
Andai benar-benar berjodoh dengan Shania Gracia, mungkin jalannya bukan dari ranah fandom. Lagi pula, aku lelah sekali bermain-main terus menerus di ranah fandom. Capek, euy, main fans-fans-an. Usiaku sebentar lagi menjelang 40. Papi aku sudah kepala tujuh, dan suatu waktu bisa dipanggil Tuhan. Sudah saatnya memikirkan segala sesuatunya dengan lebih serius lagi. Lelah pula aku, berurusan dengan beberapa penggemar yang menurut aku, adabnya kurang. Lebih toxic dari aku yang sering dituduh toxic oleh beberapa orang.
Tentang pergumulan rahasia aku yang berkaitan dengan Shania Gracia (juga yang lama), aku selalu percaya pasti Tuhan memberikan jalan keluar yang terbaik. Pasti ada alasan tertentu dari Tuhan, kenapa bisa begini. Sisanya, selebihnya berserah saja pada Tuhan, dan fokus ke setiap kegiatan dan/atau aktivitas aku.
Untuk Shania Gracia, andai dia baca langsung, coba kamu jauh lebih jujur, terbuka, dan apa adanya. Bagaimanapun kejujuran sering menyelamatkan segalanya. Kejujuran pun jauh lebih baik dari kebohongan.
Hahaha...
Toh, jodoh tak akan ke mana-mana. Jika tidak, tak menjadi persoalan. Sejak 15 tahun lalu, aku masa bodoh dengan menjadi lajang. Dulu, ada beberapa bloger meledekiku jomlo, bodoh amat, dan aku fokus belajar menjadi penulis yang kelak disukai oleh banyak orang setiap karyanya.
Mungkin sejak awal, solusi untuk pergumulan rahasia aku itu satu. Berkaryalah. Ngonten, ngonten, ngonten. Tulis karya tulis sebanyak-banyaknya. Uang materi, dan jodoh pasti menyusul.


Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^