Mendadak aku berpikir random lagi. Overthinking lagi kumat juga. Yang aku pikirkan adalah seorang teman bloger aku. Aku kenal dia sejak tahun 2011. Dengan dirinya memiliki nama pena Brigadir Kopi, lalu berganti-ganti nama pena. Si Brigadir Kopi ini, alias Bang Zy, sudah meninggal. Dia meninggal konon di tahun 2014 yang lalu. Dan...
...langsung saja, deh. Mendadak terpikirkan untuk buka-bukan tentang identitas perempuan yang aku maksud di
postingan ini:
GOOD BYE, BANG HIROHITO!
Well, perempuan itu sebenarnya bagian dari sebuah idol group yang di tahun 2013 kemarin, aku suka sekali mendengarkan lagu "River". Sayangnya, untuk single "Fortune Cookie yang Mencinta", si perempuan sudah ditransfer ke Jepang. Terpaksa harus begitu, karena konon ayahnya seorang diplomat Jepang untuk Indonesia.
Yah, dia itu Rena Nozawa. Aku curhat random ke Bandung Zy tentang Rena Nozawa, tentang obsesi jejepangan aku, tentang impianku terbang ke Jepang demi Rena Nozawa juga. Baru sadar pula, Bang Zy tidak menghakimi aku. Ia malah berkomentar seperti di tangkapan layar yang ada di bagian bawah berikut.
"Yah, udah, Nuel susulin aja ke Jepang sana."
Begitu salah satu balasan tweet aku dari Bang Zy, untuk aku. Aku kaget juga. Tahu-tahu aku disuruh untuk langsung menyusul Rena ke Jepang. Kala itu, aku langsung terpikirkan proyek film Raditya Dika yang "Mengejar Miyabi". Eh, busyet, hanya curhat random selepas ibadah Malam Natal 2013, juga menonton konser Malam Natal RCTI (yang ada Shania Junianatha, Rona Anggraeni, Jessica Veranda, Haruka Nakagawa, dan Jennifer Hana), ada teman bloger yang berceletuk seperti itu.
Saat itu, aku semakin terpacu untuk mengejar impian aku berangkat ke Jepang (yang sampai sekarang belum terealisasikan). Aku makin rutin belajar bahasa Jepang. Ikut kursus kilat belajar bahasa Jepang di Facebook. Rutin mendengarkan lagu-lagu 48 Group biar lancar bahasa Jepang. Semuanya dilakukan agar... mengejar Rena Nozawa. Sampai akhirnya, di pertengahan tahun 2014, Rena Nozawa ke Indonesia dan posting foto menarik (ada di paling bawah). Lalu...
... stay tuned. Pelan-pelan kita bercerita, oke?
Entah mengapa aku, setiap melihat foto Rena Nozawa mencium pipi Shania Junianatha ini, pikiran aku langsung ke arah Yudas mencium Yesus. Sama-sama sedang menunjukkan sesuatu lewat ciuman. Begitulah pikiran aku yang sudah dimulai sejak tahun 2014 yang lalu. Saat Rena memutuskan untuk mampir sebentar ke Indonesia.
Dah, lah. Kapan-kapan aku lanjutkan cerita gila aku. Entah kenapa aku ingin sekali melanjutkan tulisan yang aku tulis di April 2019 kemarin. Seperti ada beberapa orang yang menunggu aku untuk menjelaskan bahwa perempuan mana yang aku maksud.
Kapan-kapan aku bercerita tentang Echi itu siapa. Stay tuned!
Omong-omong, paham, tidak, dengan kata-kata Bang Zy ke aku tadi? Jadi, dia hanya coba merespon curhat aku, dan itu berkaitan ke alam mimpi (dan hal-hal tak kasatmata lainnya). Selebihnya, Bang Zy juga berkata: "Buat mastiinnya, Nuel ke Jepang aja. Mulai fokus belajar bahasa Jepang. Cari-cari cara buat pergi ke Jepang. Siapa tahu kebuka jalan ke cewek namanya Rena itu."
Kurang lebih Bang Zy berkata seperti itu.
ありがとう、バン・ジー。さっき昼寝していたときに来てくれて。とても素敵な夢だったよ。2013年の年末年始の休みにくれたアドバイスもありがとう。本当に実践してるよ。日本語の勉強も頑張るようになったんだ。
2014年には、そのときバン・ジーに相談したことがきっかけで、英語や日本語でブログを書くことが多くなった。もしかしたら、いつかレナが読むかもしれないと思って、英語でよく書いているんだ。レナは英語がとても上手だって聞いたから。
Arigatou, Zy-san. Semoga arwah Bang Zy makin dilindungi Tuhan di alam sana.
Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^