Motivasi Membuntuti Shania Gracia @jkt48gracia itu Apa?

 















Yang di bawah ini mendadak aku teringat dengan kejadian di tahun 2018 kemarin. Saat aku masih sering stalking akun Instagram dan Twitter dari Shania Junianatha. Acap aku mendapati ulah kurang berkenan dari... aku tidak tahu apakah mereka benar-benar penggemar JKT48 atau bukan. 

Jadi, begini. Acap aku melihat seseorang yang posting di Instagram dari mereka yang  bertemu mendadak dengan Shania. Mereka bertemu di kafe, restoran cepat saji, hingga coffeeshop. Bahasa mereka itu seperti hendak di-waro. Minta di-notice oleh Shania sendiri. Padahal member juga tidak boleh sembarangan balas komentar. Setahuku, dari beberapa teman, ada aturannya. Apalagi jika dari seseorang yang terindikasi penggemar. 

Nah, sekian bulan dan tahun berlalu dari tahun 2018. Terulang kembali ke Shania Gracia. Untungnya belum ada yang tag ke Gracia, setelah bertemu dengan member berdarah Tionghoa tersebut. 

Hmmm... 

Jeda sebentar, sambil minum air putih. 

Yang ingin aku ketikkan adalah... 

Kadang, saat melihat foto-foto orang-orang yang bertemu dengan Shania Junianatha secara sepintas, atau kejadian Gracia yang dibuntuti oleh orang-orang sampai aktivitas ibadahnya... kadang, hmmm, ini hanya pikiran luar saja, overthinking belaka, aku acap merasa sedang dibantu. Padahal aku dan mereka, mereka yang tidak bisa menjaga privasi, tidak saling mengenal. Aku pun benar-benar tidak mengenal dan belum pernah bertemu dengan mereka yang membuntuti sampai selebrita yang mereka ikuti itu merasa terusik kehidupan pribadinya. 

Aku juga bingung motivasi mereka yang sebenarnya itu apa? Untuk gaya-gayaan? Pamer setelah bertemu selebrita, lalu di-waro? Bahan ceng-cengan ke seseorang (yang mungkin saja, dalam hal ini aku yang mau di-cengin). 

Hahaha... malah makin ngawur. 

Intinya, untuk apa yang ada di bawah, lebih baik dihentikan. Bersyukur, jika pada saat menjalani aktivitas masing-masing, bisa ketemu orang tenar. Tidak perlu memaksakan diri, apalagi sampai cari tahu segala aktivitas si orang tenar tersebut. Membuntuti seseorang sampai yang bersangkutan merasa terusik kehidupan pribadinya, itu perbuatan kurang baik. Melanggar civil law, atau peraturan perundang-undangan, yang berlaku di Indonesia. 

Aku pun pernah beberapa kali bertemu orang tenar. Saat tahun 2011, aku pernah bertemu dengan Adam Jordan, yang sedang makan bersama  denga seorang laki-laki di Solaria, Plaza Semanggi. Atau, saat bertemu mendadak dengan Catherine Wilson di basement Teraskota di April 2014. Yang saat aku mengambil uang di ATM. Atau saat bertemu dengan artis ini dan itu, saat masih kuliah dan rajin ikut seminar demi SKP. Atau bertemu dengan selebrita ini dan itu di event AFAID, Jak-Japan Matsuri, hingga Comicon. 

Akan tetapi, itu semuanya terjadi secara spontan. Tidak aku rencanakan matang-matang. Apalagi sampai membuntuti Shania Junianatha hingga dia sedang makan malam bersama keluarganya. Pun, tidak ada niat aku untuk mencari tahu sedetail-detailnya aktivitas Shania Gracia hingga benar-benar bertemu dan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang Shania Gracia. Mau bertemu, syukur. Tidak bertemu pun, apalagi saat sedang berada di dalam event atau lokasi syuting, bodoh amat. Bahkan sampai bertemu pun, aku sering lupa untuk mendokumentasikan momennya (terlebih saat bertemu dengan Adam Jordan dan Catherine Wilson). Alhasil, kenangannya hanya hidup dalam alam bawah sadar aku. 

Begitulah. Ini semua aku tuliskan dengan sejujur-jujurnya. Aku juga bukan tipe yang benar-benar freak. Yang begitu terobsesi dengan idolanya. Sampai-sampai idolanya merasa privasinya terusik. Level freak-nya aku, yah, paling hanya stalking artis idola. Tidak sampai mencari tahu apalagi membuntuti ke setiap tempat yang pernah dikunjunginya. 

Intinya sih, sekali lagi aku berkata, mau bertemu, yah, puji Tuhan. Tidak jadi bertemu, bodoh amat. Lebih baik banyak-banyak bermimpi dan cari cara untuk mewujudkannya dengan cara yang tidak merugikan siapa pun. 

Eh, serius dong, aku bertanya dengan nada sopan, apa sih motivasinya sampai membuntuti Shania Gracia hingga  Gracia sedang bergereja sekalipun? 














Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~