Gelombang demonstrasi yang melanda Jakarta dan beberapa kota besar Indonesia pada 25–31 Agustus 2025 meninggalkan luka mendalam. Selain kerusakan fasilitas publik dan ketegangan sosial, tujuh warga negara kehilangan nyawa. Mereka bukan sekadar nama, melainkan individu dengan keluarga, mimpi, dan perjalanan hidup yang terputus di tengah jalan.
Tujuh nama ini kini menjadi bagian dari catatan kelam perjalanan bangsa. Mereka datang dari latar belakang berbeda, tapi sama-sama menjadi korban situasi yang mereka tak pernah sepenuhnya kendalikan.
Di balik statistik dan pemberitaan, mereka adalah manusia dengan cerita, keluarga, dan harapan. Kehilangan mereka seharusnya menjadi pengingat bahwa dalam setiap peristiwa sosial, nyawa manusia adalah harga tertinggi yang tak boleh terabaikan.
Selamat jalan, kawan-kawan aku semua. Kalian tetap seorang pahlawan, meskipun negara ini berkata bukan.
Teruntuk:
1. Affan Kurniawan
2. Sarina Wati
3. Saiful Akbar
4. Muhammad Akbar Basri
5. Rheza Sendy Pratama
6. Sumari
7. Rusmadiansyah



Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik adalah yang sudi mau meninggalkan komentar. ^_^
Nice reader is the one who will leave lot of words in the comment box. ^_^