Menggurui & Toxic

 














Ada yang bilang, jika kita berani membuat kata-kata mutiara (baca: quote) seperti meme di atas, itu artinya kita siap mendapatkan perlakuan yang sama dari orang lain. Berani menggurui orang lain, harus siap mental untuk digurui orang lain juga. 

Omong-omong, untuk apa yang terjadi di akun Instagram dan Tiktok aku @nuellubis yah aku minta maaf jika beberapa caption dirasa nyinyir dan sok menggurui. Aku sendiri juga ternyata belum kuat mental untuk digurui balik. Melihat meme ini-meme itu, membaca quote ini-quote itu, padahal aku tahu mereka tidak memaksakan aku untuk mengikuti apa yang tertulis, entah kenapa--begitu masuk ke dalam otak--aku mendadak labil. Entah itu labil secara pikiran, labil secara perasaan, maupun labil secara suasana hati. Serasa harus mengikuti tulisan dalam meme tersebut. 

Intinya, tetap tenang. 

Ingat, kata-kata itu belum tentu untuk aku secara pribadi. Tidak memaksakan aku untuk mengikuti atau mempercayainya. Ingat juga, untuk lebih berhati-hati dalam membuat caption Instagram atau Tiktok. Meskipun tidak ada sumpah serapah, isi kebun binatang, atau kata-kata kasar lainnya di dalam caption-nya, mungkin yang bersifat menggurui itu juga bisa menjadi sesuatu yang toxic (baca: beracun). Siapapun juga kurang menyenangi jika digurui. Orang cenderung menghindari mereka yang sok suci, biasanya. Katanya, sih, begitu. 

Noted

Semoga selalu terekam dalam alam bawah sadarku untuk tidak terlalu menggurui, sehingga menjadi toxic

Oh iya, simak juga vlog aku di bawah ini yang sempat menghadiri acara GIIAS 2022 kemarin minggu (14/8). 














Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~