Again, I Will Say, "I'm Really Sorry!"

 












Singkat saja, tanpa perlu menyebut nama, ada beberapa teman yang menceritakan kepada aku satu kegemparan yang terjadi tiga tahun yang lalu. Di tahun 2018 yang lalu, ternyata apa yang dilakukan Almarhum Dias di akun Facebook sangat berdampak ke masyarakat luas. Yang kulakukan juga--di tahun 2017 yang telah berlalu. 

Oke, tanpa perlu berbasa-basi lagi, aku memohon maaf atas segala post di IMMANUEL'S NOTES yang menurut para pembaca IMMANUEL'S NOTES kurang berkenan. Aku sendiri sering bingung dalam menguraikan lebih lanjut apa yang sebenarnya telah terjadi pada diri aku sendiri di rentang tahun 2016 dan tahun 2019. Kalau kupikir lagi, itu semua sudah terjadi. Menurut aku, itu satu petualangan yang menarik (yang beberapa aku tuangkan ke dalam novel online berjudul "Días Amoras De Angel"). Belum tentu siapapun mengalami yang sudah terjadi dalam hidup aku. Lebih banyak anehnya, sih.

Yah, sudahlah. Sekali lagi aku memohon maaf atas segala post di IMMANUEL'S NOTES yang kurang berkenan. Setiap post yang aku hasilkan di rentang 2016-2018, jujur, tak ada unsur persuasi di dalamnya. Aku tak berniat untuk mengajak siapapun untuk percaya; apalagi untuk melakukan sesuatu. Bahkan aku masih kurang percaya saat ada seorang teman berkata bahwa tulisan di IMMANUEL'S NOTES memiliki semacam dorongan yang extraordinary agar mempercayai dan/atau melakukan sesuatu. 

Aneh dengan paragraf sebelumnya? Itulah yang membuat aku tidak langsung mempercayai seratus persen kata-kata teman tersebut. Andaikan benar, jika ada yang merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan si teman, yah aku meminta maaf. Itu di luar kemauan dan/atau kemampuan aku. Mohon maaf jika aku sempat membuat sedikit kehebohan di rentang 2016-2018 yang sudah berlalu.

Untuk Almarhum Dias, mohon pula dimaafkan setiap dosa dan/atau kesalahan yang pernah diperbuat dia semasa hidup. Bagiku, Dias seorang sahabat yang sangat luar biasa. Utang budi aku ke Dias sangat banyak. Menurutku, Dias itu pribadi yang menyenangkan di balik beberapa kontroversial yang sudah dia munculkan ke permukaan. Tak ayal Dias mungkin pernah berbuat beberapa kesalahan ke beberapa orang (yang salah satunya terjadi di September 2018). Andaikan dugaan aku benar, mohon Dias diampuni. Apalagi di bulan Oktober nanti genap tiga tahun kematian Dias. 

Akhir kata, sekali lagi, aku minta dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya untuk aku pribadi serta untuk Dias. Mohon maaf pula untuk setiap kehebohan yang aku dan Dias sempat timbulkan. Aku dan Dias juga manusia yang bisa khilaf. Jangan ada dendam (kesumat) di antara kita semua. 

Kalian berhak untuk tidak mempercayai dan/atau mengikuti. Lebih baik gunakanlah naluri kalian sendiri untuk memilih mana yang menurut kalian layak untuk dipercaya dan/atau diikuti. Pepatah lama benar juga. Pikir dulu sebelum bertindak. 














Place Your Ads Here