Selamat Jalan, Bu Diana Halim!

 













Turut berdukacita atas meninggalnya salah satu dosen di fakultas Hukum Atmajaya pada hari sabtu kemarin (24/7), yang sungguh bertepatan dengan peringatan enam tahun meninggalnya Mami (24 Juli 2015 - 24 Juli 2021). 

Bu Diana ini merupakan salah satu dosen favorit aku. Beliau juga dosen pembimbing akademis aku (walau aku teramat jarang menghampiri beliau selain untuk kepentingan RPM atau KRS). Untuk aku pribadi, Bu Diana orang yang sangat baik, murah senyum, dan cara penyampaian materinya yang aku sangat sukai. Beliau bisa menyampaikan materi sulit dengan bahasa yang cukup dipahami oleh setiap mahasiswanya (setidaknya untuk aku). Tak sulit juga untuk mendapatkan nilai A dari beliau ini. 

Semoga beliau diterima di sisi Tuhan. Dosa-dosa beliau diampuni. Apapun penyebab kematiannya, ya sudahlah, seperti kata banyak orang, beliau sudah tidak merasakan kesakitan lagi. 

Untuk kita yang masih hidup, jaga kesehatan. Patuhi prosedur kesehatan. Jangan lupa ikuti vaksinasi. Yang terakhir, berpasrahlah kepada Tuhan. Sebab, penentu kalian hidup atau mati itu juga sesungguhnya bukan karena vaksin, dokter, atau tenaga kesehatan. Tuhan (dan para malaikat-Nya) yang menentukan kapan nyawa kita berakhir. Harusnya dengan berjatuhan korban karena virus Covid-19, kita makin teringat akan Allah; bukannya malah takabur. 

Di bawah ini aku cantumkan informasi tentang olah tubuh untuk mengempiskan perut. Perbanyak olahraga juga di kala pandemi ini.





















Comments

Place Your Ads Here