Internet Bukan Satu-Satunya Sumber Informasi

 












Entah apa ini namanya. Konspirasi alam semesta? Aku merasa alam semesta mendukung aku. 

Apa yang kulihat dari lini masa salah satu akun media sosial aku benar-benar mengejutkan aku. Mendadak aku teringat dengan dua buah tulisan aku di tahun 2016 dan 2017 yang lalu. Ini:






















Aku baru tahu dua buah screenshoot itu bukan karena pekerjaan hacker. Awam saja bisa melakukan hal itu dengan mudah. Lagipula informasi-informasi itu berasal dari Wikipedia yang ternyata siapapun bisa memasukkan banyak informasi ke dalam situs tersebut. Kebanyakan orang cenderung percaya tanpa sedikitpun berpikiran kritis nan skeptis. Bisa saja informasi itu bohong belaka (atau sudah diatur agar terlihat benar). 

Well, thank to him, seseorang yang membagikan dua buah tangkapan layar di atas. Terlihat sepele, namun sangat berarti. 

Aku tidak tahu kenapa. Benar-benar bingung. Mungkin benar kata-kata seseorang yang pernah aku temui. Dia bilang, kalau kita melakukan sesuatu secara tulus dan dilandasi oleh niat baik, akan ada beberapa orang yang mendukung. Semesta mendukung, katanya. 

It has already proven. And, c'est la vie. The life works that way. So, don't be afraid to be yourself, even your friends think you are lunatic. 

Another lesson:

Sebelum era internet, kita mengenal sesuatu bernama perpustakaan. Tidak semua hal bisa kita temukan di dalam sebuah perpustakaan. Hal yang sama berlaku untuk internet. Tidak semua hal bisa kita temukan di internet. Dua buah tangkapan layar itu seperti mengingatkan aku bahwa internet itu bukan satu-satunya sumber informasi yang harus kita dewakan. Ada banyak hal yang belum dibagikan di internet. Contohnya, apakah orang-orang tahu nomor kaus yang tengah kamu kenakan?






 

Comments

Place Your Ads Here