Meme ini Sangat Membekas di Hati Aku

 











Di suatu hari--yang kebetulan lupa hari apa, aku menemukan satu meme menarik. Meme ini bercerita tentang seorang laki-laki yang diseret ke KUA (baca: kantor urusan agama) oleh seorang perempuan, yang tampaknya merupakan seseorang yang begitu istimewa bagi laki-laki tersebut. Meme itu dulu sangat terkenal di masanya (di tahun 2016 yang lalu, maksudnya). Untuk aku pribadi, meme itu sangat lucu. Biasanya laki-laki yang memaksa perempuan untuk menikah. Eh, ini malah sebaliknya. Meme itu sendiri bisa dilihat di gambar kedua dalam tulisan ini (yang setelah paragraf ini). Yang mana juga dialognya bisa dalam bentuk kalimat apa saja, yang menyesuaikan dengan ide yang ada di dalam kepala siapapun (yang ingin menyebarkannya dengan versi masing-masing).










Terima kasih untuk seorang teman online yang membagikan meme tersebut. Mendadak aku jadi teringat ke masa lima tahun yang lalu. Itu saat satu novel aku berhasil masuk ke dalam rak sebuah toko buku. Itu saat Dias masih hidup, lalu aku dan Dias sering bertemu. Dalam seminggu, aku dan Dias bisa bertemu sebanyak tiga kali. Aku dan Dias kemudian memperbincangkan banyak topik, yang lalu berlanjut ke acara menonton bareng atau sekadar kuliner bareng.

Tak hanya itu, di tahun 2016, aku mendadak teringat bahwa aku dulu pernah begitu gencarnya mendekati seorang perempuan. Belum lagi, aku juga teringat saat aku tengah sibuk melakukan inspeksi dan promosi novel aku. Di tahun 2016 itu juga, keponakan aku, Alena baru saja dibaptis anak. Aku ingat selentingan 'sebelum negara api menyerang' muncul kali pertama di tahun 2016. Juga, ada beberapa kejadian aneh-tapi-nyata yang aku alami di tahun 2016, yang sampai sekarang membuat aku tercengang-cengang. 

Ah, pokoknya ada cukup banyak kenangan, entah manis, entah pahit, dari sebuah tahun 2016 yang sudah lama berlalu. Tak semuanya bisa aku ceritakan di IMMANUEL'S NOTES. Beberapa di antara mereka bersifat pribadi. Sangat privasi--dan bukan konsumsi publik. Ada juga yang terlalu aneh, yang saking anehnya, aku yakin kalian semua belum tentu percaya. Aku sendiri masih terbingung-bingung, meskipun itu sudah menjadi satu kenangan khusus di dalam kepala aku.

Akan tetapi, jujur saja, memang pengalaman-pengalaman aku di tahun 2016 sudah aku tuliskan (yang mana beberapa di antaranya), dan itu mungkin kalian lebih menganggapnya sebagai sebuah tulisan fiksi (dan aku menuliskan itu semua karena tuntunan seorang teman bernama Kristoforus Bramandias). Semuanya tertulis pula dalam nama pena 'Rafael Kiddo Van Lei', yang sudah dinonaktifkan sejak kematian Dias. 

Heh.....












"Cinta senantiasa meninabobokan tatkala kita tengah lelah berjuang, bahkan itu termasuk bisa membangkitkan kembali hati yang percaya yang sebelumnya mendadak terabaikan entah di mana." - Nuel Lubis di tahun 2016


Kembali lagi ke tentang meme cowok-diseret-paksa-ke-KUA tersebut. Kalau membaca meme  itu lagi, apa yang kalian rasakan? 


PS:
Meme itu dibacanya 'mims', yah. Itu konon dari bahasa Perancis. 














Comments

Place Your Ads Here