#DíasAmoras Mencapai Episode 15!

 













Sesungguhnya nama warnet DeBagasNet yang berada di dalam episode 45 Rainy Couple itu diambil dari nama salah satu warnet yang pernah aku kunjungi sekitar sebelas tahun yang lalu. Latar tempat pada gambar pertama tulisan ini juga dulunya warnet tersebut. Dulu rumah itu pernah menjadi sebuah warnet yang diberikan nama De Bagas Net. Sama seperti di Rainy Couple tersebut, warnet aslinya juga sering didatangi oleh bocah-bocah kampung (baca: bopung). Karena merekalah, aku jadi tahu lagu-lagu melankolis yang amat sering dinyanyikan oleh pengamen-pengamen di dalam bus, yang salah satunya adalah "Aisyah" yang dipopulerkan oleh grup band bernama Five Minutes. 

Dulu juga, sebelum benar-benar masuk ke rumah, aku sering menyempatkan diri untuk mengunjungi warnet, yang salah satunya De Bagas Net tersebut. Di warnet itu juga, aku pernah menyelesaikan tugas kuliah, mencari data untuk skripsi aku, serta... setiap ide cerita dalam "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" digodok di warnet tersebut (yang salah satunya). 

Ah, sungguh De Bagas Net merupakan warnet yang sangat bersejarah untuk seorang Nuel Lubis. Tak hanya De Bagas Net, sebagian nama tempat yang disebutkan di dalam Rainy Couple, terinspirasi dari nama tempat yang sangat kuakrabi. SMP Mandala itu SMP Markus, Tangerang. Lalu, SMA Tarakanita yang dimaksud adalah Tarakanita Gading Serpong. Gading Media merupakan nama salah satu toko buku yang berada di seberang Tarakanita. 

Oh iya, jangan lupa untuk membaca DÍAS AMORAS DE ANGEL yang tayang di aplikasi KBM APP. Sudah mencapai episode 15, yah. Ceritanya makin menggigit. Tidak melulu berbicara tentang kisah cinta rahasia antara Kristo dan Maria saja, juga mulai bercerita tentang Irwan yang mengalami nasib serupa dengan Kristo. Irwan jatuh cinta setengah mati dengan seorang perempuan berambut panjang yang bernama Zhafira. Akankah Irwan berhasil menaklukan hati Zhafira? Yuk, simak langsung di:


DÍAS AMORAS ANGEL episode 1 sampai dengan episode 15


Untuk episode-episode yang digembok, mohon dibuka, yah. Aku menuliskan setiap naskah #DíasAmoras demi mencari uang. Butuh uang demi membayar domain blog, kuota internet, serentetan tagihan, dan modal menikah. Jangan pelit-lah untuk berbagi rejeki. Nanti pasti tergantikan di suatu hari kelak.  

Terakhir, aku hanya hendak berkata bahwa #DíasAmoras sendiri terinspirasi dari kisah nyata.






Foto si Kumis, penjual aneka nasi kotak yang dulu mangkal di Sport Hall, Atmajaya. Sekarang, yang terakhir kudengar, di tahun 2017 yang lalu, Kumis berjualan di Bedeng yang berada di bagian basement Plaza Semanggi. Sepertinya hampir seluruh mahasiswa dan alumni Atmajaya mengenali sosok berkumis ini.







Comments

Place Your Ads Here